Minggu, 02 Oktober 2011


PRINSIP-PRINSIP STUDI LINGUISTIK
  • THE NEED FOR SOUND METHODKEBUTUHAN UNTUK METODE BUNYI
  • PERAN PERBAIKAN
  • LEKSIKAL, KRITERIA DAN PENANGGALAN DARI
     OLD TESTAMENT LITERATURE SASTRA PERJANJIAN LAMA
Linguistik memiliki obyek material dan obyek formal.
Obyek material adalah apa yang dipelajari dan dikupas sebagai bahan (materi) pembicaraan, yaitu gejala "manusia di dunia yang mengembara menuju akhirat". Dalam gejala ini jelas ada tiga hal menonjol, yaitu manusia, dunia, dan akhirat. Maka ada filsafat tentang manusia (antropologi), filsafat tentang alam (kosmologi), dan filsafat tentang akhirat (teologi - filsafat ketuhanan; kata "akhirat" dalam konteks hidup beriman dapat dengan mudah diganti dengan kata Tuhan). Antropologi, kosmologi dan teologi, sekalipun kelihatan terpisah, saling berkaitan juga, sebab pembicaraan tentang yang satu pastilah tidak dapat dilepaskan dari yang lain. Juga pembicaraan filsafat tentang akhirat atau Tuhan hanya sejauh yang dikenal manusia dalam dunianya.
Obyek formal adalah cara pendekatan yang dipakai atas obyek material, yang sedemikian khas sehingga mencirikan atau mengkhususkan bidang kegiatan yang bersangkutan. Jika cara pendekatan itu logis, konsisten dan efisien, maka dihasilkanlah sistem filsafat.
Linguistik berangkat dari pengalaman konkret manusia dalam dunianya. Pengalaman manusia yang sungguh kaya dengan segala sesuatu yang tersirat ingin dinyatakan secara tersurat. Dalam proses itu intuisi (merupakan hal yang ada dalam setiap pengalaman) menjadi basis bagi proses abstraksi, sehingga yang tersirat dapat diungkapkan menjadi tersurat.
Dalam filsafat, ada filsafat pengetahuan. "Segala manusia ingin mengetahui", itu kalimat pertama Aristoteles dalam Metaphysica. Obyek materialnya adalah gejala "manusia tahu". Tugas filsafat ini adalah menyoroti gejala itu berdasarkan sebab-musabab pertamanya. Filsafat menggali "kebenaran" (versus "kepalsuan"), "kepastian" (versus "ketidakpastian"), "obyektivitas" (versus "subyektivitas"), "abstraksi", "intuisi", dari mana asal pengetahuan dan kemana arah pengetahuan. Pada gilirannya gejala ilmu-ilmu pengetahuan menjadi obyek material juga, dan kegiatan berfikir itu (sejauh dilakukan menurut sebab-musabab pertama) menghasilkan filsafat ilmu pengetahuan. Kekhususan gejala ilmu pengetahuan terhadap gejala pengetahuan dicermati dengan teliti. Kekhususan itu terletak dalam cara kerja atau metode yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan.

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

  • LINGUISTIK TRADISIONAL
Istilah tradisional dalam linguistic sering di pertentangkan dengan istilah structural, sehingga dalam pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisional dan structural, keduanya merupakan dua hal dan structural, keduanya merupakan dua hal yang bertentangan, sebagai akibat dari pendekatan keduanya yang tidak sama terhadap hakikat bahasa
  • LINGUISTIK ZAMAN YUNANI
Masalah pokok kebahasan yang menjadi pertentangan pada linguistic pada
waktu itu adalah.
(1) Pertantangan antara fisis dan nomos Bersifat fisis dengan maksud bahasanya mempunyai hubungi dengan asal-usul sumber dalam prinsipprinsip pribadi dan tidak dapat di ganti.
Bersifat nomos dengan maksud makna-makna kata itu di peroleh
dari kasihtradisi yang mempunyai kemungkinan bisa berubah.
(2) Pertentangan antara analogi dan anomaly
Analogi, bahwa bahasa itu bersifat teratur karena dengan
keterangan itu orang dapat menyusun tata bahasa Anomali, berpendapat bahwa bahasa itu tidak teratur, kalau bahasa itu teratur kenapa bahasa inggris child menjadi children bukannya childs
  • KAUM SAPHIS
Muncul pada abad ke-5 SM mereka dikenal dalam studi bahasa, karena:
a) Melakukan kerja secara empiris
b) Melakukan kerja secara pasti
c) Mementingkan bidang reterika dalam studi bahasa
d) Membedakan tipe-tipe kalimat berdasar isi dan makna
  • PLATO ( 429 347 S.M )
Plato dapat terkenal dalam studi bahasa, karena:
a) Memperdebatkan analogi dan anomaly
b) Menyadarkan batasan bahasa
c) Orang yang pertama kali membedakan kata anoma rhema
  • ARISTOTELES ( 384 322 S.M )
Aristoteles dapat terkenal dalam studi bahasa, karena:
a) Dia menambahkan satu kelas kata atas pembagian yang dibuat gurunya
b) Dia membedakan jenis kelamin kata (gender) menjadi tiga, yaitu
maskulin, femirin dan neutrum
  • KAUM STOIK
Berkembang pada abad ke-4 S.M dalam studi bahasa terkenal, karena:
a) Membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa
  • KAUM ALEXANDRIAN
Kaum ini menganut paham analogi dalam studi bahasa oleh karena itu mereka mewarisi sebuah buku tata bahasa yang disebut Tata Bahasa Dianysius Thrax sebagai hasil mereka dalam menyelidik kereguleran bahasa yunani
  • ZAMAN ROMAWI
Studi bahasa pada zaman romawi dapat dianggap kelanjutan dari zaman
yunani, sejalan dangan jatuhnya yunani, dan munculny Kerajaan Romawi
  • VARRO DAN “ DE LINGUA LATINA
a) Etimologi yaitu cabang linguistic yang menyelidik asal usul kata beserta
     artinya
b) Morfologi yaitu cabang linguistic yang mempelajari kata dan
     pembentukannya
  • INSTITUSIONES GRAMMATICAE ATAU TATA BAHASA PRISCIA  
a) Fanalogi,
b) Morfologi,
c) Sintaksis,
  • ZAMAN PERTENGAHANZaman pertengahan ini yang patut dibicarakan dalam studi bahasa, antara laun adalah peranan kaum Modistae, tata bahasa Spekulativa dan Petrus Hispanus
1. Kaum Modistae
2. Tata Bahasa Spekulativa
  • ZAMAN RENAISANS
Zaman ini dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad
modern.
  • LINGUISTIK STRUKTURALIS
- Ferdinand de saussure
- Aliran Praha

Perkembangan Linguistik Indonesia

Istilah linguistik dapat dipahami secara luas dan sempit. Dalam pengertian luas, konsep ini menjangkau segala sesuatu yang membicarakan bahasa, apapun pendekatan dan tujuannya. Dalam pengertian sempit, linguistik hanya mencakup karya penelitian dan teoretis saja. Dalam perkembangan teori linguistik di Indonesia bidang yang paling banyak diminati adalah gramatik, khususnya sintaksis. Hal itu disebabkan karena kajian linguistik Indonesia tumbuh dari perhatian pada pemakaian bahasa khususnya tata bahasa (gramatika pedagogis). Kalau linguistik Eropa lahir dari filsafat, linguistik India dan Arab lahir dari Agama, maka linguistik Indonesia lahir dari pengajaran bahasa (lihat Kridalaksana, 1995).

Teori Linguistik di Indonesia
Teori linguistik di Indonesia banyak dipengaruhi oleh linguistik Barat (Eropa-Amerika) karena dari sanalah para linguis banyak belajar tentang linguistik. Secara umum, perkembangan linguistik di Indonesia dapat dibagi ke dalam beberapa periode berikut ini.
1. …sampai 1940
          Sampai akhir abad 19 yang disebut tata bahasa adalah kelas kata sehingga buku-buku tata bahasa banyak mengulas tentang hal tersebut. Hal itu karena banyak mendapat pengaruh tata bahasa tradisional model Yunani dan Latin.
2. Tahun 40-an sampai 60-an
           Pada periode ini karya-karya kebahasaan dapat dibagi atas tata bahasa pedagogis (digunakan untuk pengajaran bahasa Indonesia di sekolah) dan tata bahasa teoretis.
3. Tahun 60-an sampai 70-an
           Periode ini menandai dimulainya kajian-kajian empiris tentang bahasa Indonesia maupun bahasa-bahasa lain.
4. Tahun 70-an sampai 80-an
           Antara tahun tersebut teori linguistik Indonesia ditandai penerapan teori aliran Leiden, dan teori TG. Penelitian linguistik mulai berkembang dan banyak mendapat pengaruh dari aliran-aliran tersebut.
5. Tahun 80-an sampai 90-an
            Pada periode ini perkembangan teori linguistik merupakan sintesis atas teori-teori yang ada. Penelitian dalam bidang pragmatik mulai mendapat tempat cukup penting dalam penelitian linguistik Indonesia. Kemajuan yang dicapai sepanjang sejarah linguistik Indonesia dalam beberapa bidang kajiannya antara lain:
1. Bidang fonologi
    a. masuknya konsep fonem (tahun 70-an)
2. Bidang morfologi
    a. masuknya konsep morfem (tahun 60-an)
3. Bidang Sintaksis
a. pengenalan konsep hierarki gramatikal dalam linguistik Indonesia.
b. Pengenalan konsep frasa menggunakan teori Hockett (aliran Neo-Bloomfieldian) oleh        Ramlan (1964)
c. Pengenalan teori tagmemik oleh Kridalaksana (70-an)
d. Sudaryanto (1979) mempertajam konsep klausa.
4. Bidang leksikografi
              Muncul seorang pelopor leksikografi modern Indonesia, yaitu W.J.S. Poerwadarminta. Kamusnya yang terkenal adalah Kamus Umum Bahasa Indonesia (1952). Selain itu ia juga menaruh perhatian pada bahasa Jawa dan Jawa Kuno.
Perkembangan linguistik malahan semakin meriah pada tahun 2000 hingga sekarang ini dengan munculnya beragam bidang dan pendekatan kajian linguistik yang dilakukan di pelbagai universitas di Indonesia. Ada juga kecendrungan beberapa tahun terakhir penelitian linguistik.

Fonologi dan Morfologi

 Waktu            : 5 menit, 25 detik
 Kata Kunci     : 1). ► Fonologi
 Fonetik
      ~Fonetik akustik
      ~Fonetik auditoris
      ~Fonetik organis
       ► Fonemik    
                          2). ► Morfologi
                                    ~Morfem
                                    ~Morfem bebas
                                    ~Morfem terikat
 Pemahaman    : Fonologi adalah Bidang Ilmu bahasa yang mempelajari, menganalisis dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa. Atau dapat diartikan sebagai  ilmu bahasa yang mempelajari kesatuan terkecil yang berupa bunyi ujaran, yang dapat dibedakan arti.
                            Fonetik adalah ilmu yang mempelajari dan menganalisa bunyi-bunyi ujaran tanpa memperhatikan fungsinya, akan tetapi menyelidiki bagaimana bunyi ujaran itu, dan bagaimana menghasilkannya.
    Fonetik akustik adalah menyelidiki bunyi bahasa menurut aspek fisik.
    Fenotik auditoris adalah menyelidiki bagaimana cara telinga manusia menerima bunyi-bunyi bahasa tersebut.
    Fenotik organis adalah menyelidiki bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkanoleh alat (organ) bicara manusia.
    Fonemik adalah ilmu yang menyelidiki atau mempelajari bunyi ujaran, dalam fungsinya sebagai arti. Ini berarti bahwa setiap fonem atau bunyi ujaran, secara fungsional mendukung timbulnya suatu makna yang berbeda satu dengan yang lain.
     Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk kata atau susunan bagian-bagian kata.
                             Morfem adalah kesatuan terkecil yang bermakna yang berturut-turut serta dalam pembentukan kata.
                             Morfem bebas adalah morfem yang dalam situasi ujaran biasa mampu berdiri sendiri, karena sudah mempunyai makna (arti) tertentu.
                             Morfem terikat adalah  morfem yang dalam situasi ujaran biasa tidak bisa berdiri sendiri, karena belummempunyai arti tertentu.

Kata yang di awali – Me antara lain :

  1. Memukul
  2. Menendang
  3. Menelan
  4. Melompat
  5. Menangkis
  6. Menangis
  7. Menuduh
  8. Menikam
  9. Menikah
  10. Menolong
  11. Memadai
  12. Menulis
  13. Memahami
  14. Merasa
  15. Memupuk
  16. Memiliki
  17. Memuat
  18. Menari
  19. Menanam
  20. Memulai


Keterangan               : Awalan Me- berfungsi untuk membentuk kata kerja aktif, baik   kata kerja yang membutuhkan pelengkap.
   (Prefiks atau Awalan)