Minggu, 02 September 2012

Berita dan Feature

Berita
Para jurnalis yang sudah lama berkecimpung di dunia jurnalistik tahu bahwa kadangkala dalam sebuah peristiwa tidak hanya berupa satu buah kejadian saja. Bisa jadi dalam sebuah peristiwa terdiri dari banyak fragmen-fragmen kejadian yang layak diberitakan. Di dalam teknik penulisan berita langsung (straight news), jurnalis akan merangkum semua fakta-fakta itu ke dalam sebuah berita lempang dan singkat. Ini biasanya terjadi pada media-media yang menuntut aktualitas yang tinggi seperti koran, radio, TV dan internet.
Namun media yang tidak begitu diikat oleh waktu seperti tabloid mingguan atau majalah bulanan, jika mereka ikut-ikutan menulis seperti ini, tentu medianya tidak akan laku karena sudah basi. Karena itulah mereka harus menggali berita dari sudut pandang yang unik dengan tema yang awet alias tak lekang oleh waktu.
Sebagai contoh, dalam sebuah bencana di kota Y, terjadi kejadian sebagai berikut:
  1. Sambaran petir dan angin badai meruntuhkan atap gedung berlantai lima
  2. Runtuhan atap itu menimpa mobil yang sedang melintas
  3. Pengemudinya, seorang remaja putri, menginggal dunia
  4. Dua penumpang terluka
Aturan dasar dalam menulis berita lempang adalah menempatkan hal-hal yang paling penting di awal berita. Aturan ini tidak menjadi masalah sepanjang kisah ini hanya mempunyai satu peristiwa yang ditekankan. Namun ketika ada banyak peristiwa yang penting juga untuk diberitakan, maka tugas jurnalis menjadi semakin rumit. Untuk mengatasi hal ini, ada dua pilihan yang bisa dilakukan:
  1. Merangkum semua fakta –dengan urutan penting ke tidak penting pada paragraf pertama, atau
  2. Memberi tekanan pada peristiwa tertentu yang paling penting di awal paragraf.
Jika peristiwa di atas ditulis dalam sebuah berita lempang, hasilnya sebagai berikut:
“Atap sebuah gedung berlantai lima, runtuh setelah tersambar petir dan tersapu angin badai tadi malam. Runtuhan atap itu menimpa mobil yang sedang melintas, sehingga menewaskan Anastasia Suminem (18 tahun) yang mengemudi mobil itu. Sedangkan dua penumpang lainnya menderita luka-luka serius.”
Berita seperti ini biasanya dimuat di koran harian. Namun ketika redaktur tabloid wanita akan mengangkat peristiwa ini, ia harus mencari sudut pandang lain. Ia memberi tugas reporternya untuk mengangkat kisah korban yang meninggal. Inilah hasilnya:
“Seorang remaja putri meninggal dunia (Jumat, 18/4) ketika mobil yang dikendarainya tertimpa atap gedung berlantai lima yang runtuh setelah tersambar petir. Selain itu, dua penumpang yang duduk di belakang menderita luka-luka serius. Saat itu mobil mereka sedang terjebak di kemacetan lalu lintas.
Anastasia Suminem (18 tahun) adalah seorang sekretaris PT. Sukar Maju. Ia sedang melintas jl. Sudirman ketika puluhan kubik bata, kayu, besi dan genting itu menghempas mobilnya. Timbunan material itu meringsekkan badan mobil bagian depan sehingga menewaskan Anastasia seketika itu juga.
Anastasia adalah seorang karyawati yang menuru penuturan Kristina, rekan kerjanya adalah karyawan periang yang tidak sungkan-sungkan memberi bantuan pada orang lain. Sifat suka menolongnya ini tercermin ketika ia menawarkan untuk mengantarkan pulang Yosafat Tukiyo (23 th) dan Maria Magdalena Pariyem (20 th). Padahal arah rumah Anastasia berlawanan dengan kedua rekannya ini.. …. “ kisah selanjutnya menceritakan tentang Anastasia.
Sementara itu, editor majalah bulanan memandangnya dari sisi lain. Ia tertarik pada petir yang menyambar pada saat jam-jam sibuk. Pada saat itu, jalanan macet karena banyak orang pulang kantor pada waktu yang bersamaan. Untuk itu, ia menugaskan anak buahnya untuk mewawancarai pakar Cuaca dan mencari informasi seputar perilaku petir.
Nah, begitulah. Untuk peristiwa yang sama, kita bisa menuliskan dalam dua atau lebih berita yang berbeda. Inilah yang disebut pemilihan sudut berita atau news angle. Pemilihan news angle sebuah media ini biasanya dipengaruhi oleh kebijaksanaan redaksional dan karakteristik pembacanya. Masih ingat kecelakaan tragis Lady Di? Untuk peristiwa yang sama, sebuah tabloid gosip mengangkat sisi perselingkuhan, majalah bulanan mengupas ulah para Paparazi ,sedangkan majalah berita berusaha menelusuri penyebab kecelakaan. Berbeda-beda ‘kan?
Ketika sebuah media sudah mendapat point of interest dari sebuah kisah, mereka akan memusatkan perhatian pada satu hal itu saja. Mereka mengumpulkan dan menggali fakta di balik berita lempang untuk disusun menjadi sebuah berita kisah atau news feature. Karena relatif tidak terikat oleh waktu, penulis berita kisah punya kesempatan untuk menyusun kalimat yang menghidupkan imajinasi pembaca. Tulisan ini menarik perhatian pembaca hingg masuk ke dalam cerita itu dengan membantu mengidentifikasi diri dalam tokoh utama. Feature dapat menyentuh emosi pembaca sehingga mereka penasaran, skpetis, kagum, heran, tertawa, menangis, dongkol, senang dsb.
Menurut Wiliamson, “Feature adalah tulisan kreatif yang terutama dirancang untuk memberi informasi sambil menghibur tentang suatu kejadian situasi atau aspek kehidupan seseorang”. Masih kata Wiliamson, feature menekankan unsur kreativitas (dalam penciptaan), informatif (isinya) dan menghibur (gaya penulisannya) dan boleh subyektif (penuturannya). Ketiga syarat utama ini mutlak ada dalam feature, sedangkan unsur subyektifitas tidak mutlak. Kalau ada juga boleh, terutama untuk feature sisi manuniawi (human interest).

Tips Menulis Berita
Berikut ini adalah tips dalam menulis berita:
1. Tulislah berita yang menarik dengan menerapkan gaya bahasa percakapan sederhana . Tulislah berita dengan lead yang bicara. Untuk menguji lead anda “berbicara” atau “bisu” cobalah dengan membaca tulisan yang dihasilkan. Jika anda kehabisan nafas dan tersengal-sengal ketika membaca maka led anda terlalu panjang.
2. Gunakan kata/Kalimat Sederhana. Kalimat sederhana terdiri dari satu pokok dan satu sebutan. Hindari menulis dengan kata keterangan dan anak kalimat. Ganti kata-kata yang sulit atau asing dengan kata-kata yang mudah. Bila perlu ubah susunan kalimat atau alinea agar didapat tulisan yang “mengalir”. Ingat KISS (Keep It Simple and Short)
3. Hindari kata-kata berkabut. Kata-kata berkabut adalah tulisan yang berbunga-bunga, menggunakan istilah teknis, ungkapan asing yang tidak perlu dan ungkapan umum yang kabur. Yang diperlukan BI ragam jurnalistik adalah kejernihan tulisan (clarity).
4.  Libatkan pembaca. Melibatkan pembaca berarti menulis berita yang sesuai dengan kepentingan, rasa ingin tahu, kesulitan, cita-cita, mimpi dan angan-angan. Tapi ingat: jangan sampai terjebak menulis dengan gaya menggurui atau menganggap enteng pembaca. Melibatkan pembaca berarti mengubah soal-soal yang sulit menjadi tulisan yang mudah dimengerti pembaca. Melibatkan pembaca juga didapat dengan menulis sesuai rasa keadilan yang hidup di masyarakat.
5. Gantilah kata sifat dengan kata kerja.
Baca kalimat ini: “Seorang perempuan tua yang kelelahan bekerja di sawahnya!”
Bandingkan dengan: “Seorang perempuan tua membajak, kepalanya merunduk, nafas-Nya tersengal-sengal!”
6. Gunakan kosakata yang tidak memihak
Baca kalimat ini: Seorang ayah memperkosa anak gadisnya sendiri yang masih Berusia 12 tahun
Bandingkan dengan: Perkosaan menimpa anak gadis yang berusia 12 tahun.
7.  Hindari pemakaian eufemisme bahasa.
Baca kalimat: Selama musim kemarau terjadi rawan pangan di Gunung Kidul
Bandingkan dengan: Selama musim kemarau terjadi kelaparan di Gunung Kidul
Untuk membuat posting-an berita/artikel diharapkan kita sebagai warga masyarakat yang bermoral baik dan bertanggung jawab, mampu memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Untuk berita/artikel yang diambil dari sumber lain, mohon disertakan sumber berita/artikel tersebut. Jangan lupa untuk memberikan informasi sedetil mungkin agar informasi anda bermanfaat bagi kita semua. Beberapa tips untuk membuat berita:
  1. Apa yang terjadi?
  2. Kapan terjadinya?
  3. Siapa saja yang terlibat?
  4. Sebab musabab terjadinya?
  5. Bagaimana kisah terjadinya?
Jenis-jenis Lead
Hubungan antara lead dan sudut berita begitu memaksa reporter untuk memikirkan lead sejak masih di lapangan. Bahkan, penentuan lead di lapangan sangat membantu mengarahkan pengumpulan bahan. Di bagian ini akan kita coba uraikan 16 buah lead disertai contoh yang membantu.
1. Lead PASAK (Peg)
Apakah yang menjadi gara-gara atau pelatuk peristiwanya? Misalnya, ada berita seorang Ibu yang putus asa karena ditinggal suami kawin lagi. Nah, pelaku peristiwa inilah yang akan menjadi lead. Putus asa karena ditinggal suami yang kawin lagi, seorang Ibu tega menggantung tiga anaknya kemarin siang di Cipanas. Ketiga korban berumur 4, 6, dan 8 tahun itu masih berpakaian seragam sekolah lengkap.
2. Lead KONTRAS
Ada berita terpilihnya TD Pardede sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil Indonesia di sebuah hotel mewah di Jakarta. Padahal, TD Pardede sedang berada di Medan. Selama ini TD Pardede dikenal orang sederhana, tidak kaya, namun ia terpilih sebagai ketua lembaga yang prestise. Di Medan, di kantor yang modern ber-AC, di balik meja tua yang sudutnya bekas terbakar, TD Pardede menerima pemilihannya sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil Indonesia. Berita itu disampaikan dengan telepon tadi malam dari Jakarta, tempat pemilihan itu berlangsung.
3. Lead PERTANYAAN
Ada berita tentang pemberantasan minuman keras di beberapa kota. Berapa ratus Baileys-kah untuk memulihkan sebuah kebahagiaan? Bismoko (45) bukan nama sebenarnya, salah seorang peminum berat yang kepergok kemarin di salah satu bar Jakarta, menjawab dua botol sekali minum, dua kali sehari, 25 hari sebulan. Ia seorang pengusaha (rekanan pemerintah) yang sukses, tetapi seorang suami yang malang, menurut pengakuannya.
4. Lead DESKRIPTIF
Ada berita tentang gempa bumi yang terjadi di Jakarta. Peristiwa itu terjadi akibat adanya pergeseran lapis bumi di Pantai Pelabuhan Ratu. Gedung […] masih mencakar langit sampai jam 14.35 kemarin, ketika tiba-tiba puncaknya gemetar, hanya satu menit, lalu retak kecil membelah dari atas sampai ke bawah. Tidak seorang pun penghuninya sempat berteriak, tahu-tahu gedung itu sudah berubah jadi puing berlepotan darah, korban gempa berkekuatan gempa pada skala Richter
5. Lead STAKATO
Ada berita tentang perebutan Piala Tommy dalam lomba balap mobil. Ada lima finalis yang dijagokan dalam ajang bergengsi itu. Wus, wus, wus! Lima mobil balap serentak meraung. Kuning-merah-hijau-putih-hitam. Hayo, hayo, hayo! Penonton serentak berteriak dan berjingkrak. Laki-perempuan-tua-muda. Urutan warna tidak berubah. Finish! Mobil kuning sudah pasti menang setelah tikungan maut itu, kemarin sore di sirkuit Sentul.
6. Lead LEDAKAN
Seorang lelaki keriput bagai buah markisa tua tertatih-tatih di tengah peserta seminar parapsikologi kemarin di Jakarta. Tiba-tiba sidang gempar. Lelaki itu menghamburkan serbuk merica ke seluruh ruangan, menyebabkan orang ramai bersin. Dengan itulah seminar resmi dibuka.
7. Lead FIGURATIF
Bagai siang memeluk malam, begitulah perkawinan Firman (27) dan Fiona (54) kemarin sore di Cibubur. Beda usia yang besar tampak tidak mampu membedakan, malah menyamakan keduanya.
8. Lead EPIGRAM (Ungkapan khas)
Sudah diberi hati minta jantung pula. Seorang suami diancam cerai oleh istrinya di PN Jakarta Pusat kemarin pagi. Suami itu dituduh memperkosa anak tirinya, anak si istri dari perkawinan terdahulu, sementara istri membanting tulang dengan berjualan di pasar. Si suami menolak tuduhan. Katanya malah dirinya yang dipaksa oleh anak tirinya.
9. Lead LITERER
Kisah Si Kabayan terulang di Ciputat kemarin sore. Seorang lelaki muda dituduh oleh penduduk mencuri sapi. Lelaki itu membantah. Alasannya, dia hanya memungut tali jerami yang melintang di jalan. Bukan salahnya, kata lelaki itu, jika di ujung tali tersebut terikat seekor sapi.
10. Lead PARODI
Gara-gara terlalu bersemangat mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatan olahraga, rumah pun disatroni maling. Itulah yang menimpa keluarga X ketika seisi rumahnya, termasuk pembantu, meninggalkan rumah untuk lari di Monas Minggu pagi.
11. Lead KUTIPAN
“Akan saya gebuk,” kata Presiden Soeharto kemarin di Boyolali, mereka yang mencoba mengganti presiden dengan cara-cara yang tidak konstitusional.
12. Lead DIALOG/PERCAKAPAN
“Betulkah Saudara mencuri sapi?”
“Tidak Pak Hakim. Saya hanya menarik tali. Eh, tahu-tahu ada anak sapi di ujungnya.” Begitulah dialog hakim dan tersangka kemarin siang di PN Jakarta Selatan.
13. Lead KUMULATIF
Lead kumulatif menyajikan peristiwa secara berurut, membawa pembaca sampai pada antiklimaks peristiwa. Polisi menerima laporan seorang gadis di Menteng, Jakarta Pusat kemarin sore. Konon di rumahnya ada cairan nitrogliserin, bahan pokok pembuat bom. Sepasukan polisi segera datang menggeledah kulkas, tempat cairan itu. Si gadis mengatakan, ia panik saat menerima botol itu dari temannya dan disuruh untuk melemparkannya pada siapa pun yang berani mengganggu. Ketika polisi menemukan dan memeriksanya, benda itu ternyata cuma lem.
14. Lead SUSPENSI (sama persis dengan lead no 13)
15. Lead URUTAN (idem ditto)

16. Lead SAPAAN
Anakku, bagaimana kabarmu di sekolah? Apakah kamu senang belajar bersama teman-temanmu? Ah, tentu kamu senang belajar membaca, menulis, bermain di taman, dan sebagainya. Kisah berikut ini ternyata cuma mimpi bagi Syafitri Mutia, putri kedua Menteri Komunikasi dan Informasi Dr Sofyan A Djalil.
Langkah-langkah Menulis Berita
Setelah menentukan LEAD, kita perlu menginterventarisasi jenis-jenis keterangan yang telah dikumpulkan di lapangan, yaitu JALAN CERITA dari PERISTIWA yang hendak Anda laporkan. Hasil investarisasi inilah yang perlu dibongkar pasang sampai terasa pas dengan JALAN CERITA yang ditemukan. Itulah pula yang jadi sub judul dari berita. Setelah merumuskan LEAD, mulailah kita menata BADAN BERITA. Satu hal yang perlu diingat ialah tempatkanlah hasil inventarisasi yang kurang penting di bagian belakang berita. Semakin kurang penting unsur inventarisasi, semakin ke belakang tempatnya dalam berita. Inilah yang disebut dikenal dengan cara PIRAMIDA TERBALIK.
Singkatnya, ada resep yang bisa Anda tuliskan sebagai berikut:
  • Tulislah lead yang “bicara”, yang “bercakap”. Tulislah berita seperti layaknya Anda mengisahkannya secara lisan,
  • Tulislah lead pendek, paling banter 30 kata, atau tiga baris ketikan,
  • Bila pikiran mulai agak kacau ketika menulis, pilah-pilah lead Anda yang rumit itu dalam dua/tiga kalimat,
  • Sebisa mungkin gunakanlah kalimat pernyataan yang sederhana. Usahakan tak lebih dari 20 kata.
  • Gunakan kata-kata sederhana, bukan yang berkabut.
  • Hindarkan kata-kata teknis, atau istilah asing yang kurang perlu,
  • Usahakan kata-kata konkret, “Jangan katakan, tapi tunjukkan”,
  • Sebanyak mungkin pakai kata kerja yang aktif, yang menggembarkan tindakan, gerak. Sebisa mungkin hindari kata-kata sifat.
  • Berkisahlah untuk pembaca, dan
  • Berkisahlah seperti melukis.




Feature
Feature adalah artikel yang kreatif, kadang kadang subyektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi in-formasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan. Feature memungkinkan reporter ‘’menciptakan’’ sebuah cerita. Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat karangan fiktif dan khayalan tidak boleh, reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu, ia menulis.
Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga, pertama stright/spot News berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news) Kedua, news feature, memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau dengan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi.Dan ketiga, feature bertu-juan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik tapi tidak selalu penting.
Dalam persaingan media yang kian ketat tak hanya antar media cetak tapi juga antara media cetak dengan televisi, straight/spot news seringkali tak terlalu me-mu-askan. Spot news cenderung hanya berumur sehari untuk kemudian dibuang, atau bahkan beberapa jam di te-levisi. Spot news juga cenderung menekankan seka-dar unsur elementer dalam berita, namun melupakan back-ground. Kita memerlukan news feature, perkawinan an-tara spot news dan feature. Karena tradisi ini relatif baru, kita perlu terlebih dulu memahami apa unsur-unsur dan aspek mendasar dari feature.
  1. a. Subyektifitas
Beberapa feature ditulis dalam bentuk ‘’aku’’, sehingga memungkinkan reporter memasukkan emosi dan piki-rannya sendiri. Meskipun banyak reporter, yang dididik dalam reporting obyektif, hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya enak dibaca. Tapi, reporter-reporter muda harus awas terhadap cara seperti itu. Kesalahan umum pada reporter baru adalah kecenderungan untuk menonjolkan diri sendiri lewat pe-nulisan dengan gaya ‘’aku’’. Kebanyakan wartawan ka-wakan memakai pedoman ini: ‘’Kalau Anda bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.’’
  1. b. Informatif
Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penu-lisan berita biasa di koran. Misalnya tentang sebuah Mu-seum atau Kebun Binatang yang terancam tutup. Aspek informatif mengenai penulisan feature bisa juga dalam bentuk-bentuk lain. Ada banyak feature yang enteng-enteng saja, tapi bila berada di tangan penulis yang baik, feature bisa menjadi alat yang ampuh. Feature bisa menggelitik hati sanubari manusia untuk menciptakan perubahan konstruktif.
  1. c. Menghibur
Dalam 20 tahun terakhir ini, feature menjadi alat penting bagi surat-kabar untuk bersaing dengan media elektronika. Reporter suratkabar mengakui bahwa me-reka tidak akan bias ‘’mengalahkan’’ wartawan radio dan televisi untuk lebih dulu sampai ke masyarakat. War-tawan radio dan TV bias mengudarakan cerita besar hanya dalam beberapa menit setelah mereka tahu. Se-mentara itu wartawan koran sadar, bahwa baru beberapa jam setelah kejadian, pembacanya baru bisa tahu sesuatu kejadian  setelah koran diantar.
Wartawan harian, apalagi majalah, bisa mengalahkan radio dan TV, dengan cerita eksklusif. Tapi ia juga bisa membuat versi yang lebih mendalam (in depth) menge-nai cerita yang didengar pembacanya dari radio. Dengan patokan seperti ini dalam benaknya, reporter selalu mencari feature, terhadap berita-berita yang paling hangat. Cerita feature biasanya eksklusif, sehingga tidak ada kemungkinan dikalahkan oleh radio dan TV atau koran lain.
Feature memberikan variasi terhadap berita-berita ru-tin seperti pembunuhan, skandal, bencana dan perten-tangan yang selalu menghiasi kolom-kolom berita, feature bias membuat pembaca tertawa tertahan.
Seorang reporter bisa menulis ‘’cerita berwarna-warni’’ untuk menangkap perasaan dan suasana dari sebuah peristiwa. Dalam setiap kasus, sasaran utama adalah bagaimana menghibur pembaca dan memberikan kepadanya hal-hal yang baru dan segar.
  1. d. Awet
Menurut seorang wartawan kawakan, koran kemarin hanya baik untuk bungkus kacang. Unsur berita yang se-muanya penting luluh dalam waktu 24 jam. Berita mudah sekali ‘’punah’’, tapi feature bisa disimpan berhari, ber-minggu, atau berulan bulan. Koran-koran kecil sering membuat simpanan ‘’naskah berlebih’’ kebanyakan feature. Feature ini diset dan disimpan di ruang tata mu-ka, karena editor tahu bahwa nilai cerita itu tidak akan musnah dimakan waktu. Dalam kacamata reporter, feature seperti itu mem-punyai keuntungan lain. Tekanan deadline jarang, sehi-ngga ia bisa punya waktu cukup untuk mengadakan riset secara cermat dan menulisnya kembali sampai mem-punyai mutu yang tertinggi.
Sebuah feature yang mendalam memerlukan waktu cu-kup. Profil seorang kepala polisi mungkin baru bisa dipe-roleh setelah wawan-cara dengan kawan-kawan seker-janya, keluarga, musuh-musuhnya dan kepala polisi itu sendiri. Diperlukan waktu juga untuk mengamati tabiat, reaksi terhadap keadaan tertentu perwira itu.
Singkat kata, berbeda dengan berita, tulisan feature memberikan penekanan yang lebih besar pada fakta-fakta yang penting, fakta-fakta yang mungkin merang-sang emosi (menghibur, memunculkan empati, disampil tetap tidak meninggalkan unsure informatifnya). Karena penakanan itu, tulisan feature sering disebut kisah hu-man interest atau kisah yang berwarna (colourful).
Teknik penulisan feature
Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pe-ngaturan fakta-fakta, maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ‘’mengisahkan sebuah cerita’’. Memang itulah kunci perbedaan anta-ra berita ‘’keras’’ (spot news) dan feature. Penulis feature pada hakikatnya adalah seorang yang berkisah. Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia meng-hidupkan imajinasi pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.
Penulis feature untuk sebagian besar tetap menggu-nakan penulisan jurnalistik dasar, karena ia tahu bahwa teknik-teknik itu sangat efektif untuk berkomunikasi. Tapi bila ada aturan yang mengurangi kelinca-hannya untuk mengisahkan suatu cerita, ia segera menerobos aturan itu. ‘’Piramida terbalik’’ (susunan tulisan yang meletakkan informasi-informasi pokok di bagian atas, dan informasi yang tidak begitu penting di bagian bawah – hingga mu-dah untuk dibuang bila tulisan itu perlu diperpendek) se-ring ditinggalkan.
Jenis-jenis Feature
Feature kepribadian
Profil mengungkap manusia yang menarik. Misalnya, tentang seseorang yang secara dra-matik, melalui ber-bagai liku-liku, kemudian mencapai ka-rir yang istimewa dan sukses atau menjadi terkenal ka-rena kepribadian mereka yang penuh warna. Agar efektif, profil seperti ini harus lebih dari sekadar daftar pen-capaian dan tanggal tanggal penting dari kehidupan si individu. Profil harus bisa mengung-kap karakter manusia itu.
Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, penulis feature tentang pribadi seperti ini seringkali harus meng-amati subyek mereka ketika bekerja; mengunjungi ru-mah mereka dan mewawancara teman-teman, kerabat dan kawan bisnis mereka. Profil yang komplit sebaiknya disertai kutipan-kutipan si subyek yang bisa menggam-barkan dengan pas karakternya. Profil yang baik juga bisa memberikan kesan pada pembacanya bahwa me-reka telah bertemu dan berbicara dengan sang tokoh.
Banyak sumber yang diwawancara mungkin mengungkap rahasia pribadi atau anekdot tentang si subyek. Tapi, banyak sumber lebih suka meminta agar identitasnya dirahasiakan. Informasi sumber-sumber itu penting untuk emberikan balans dalam penggambaran si tokoh.
Feature sejarah
Feature sejarah memperingati tanggal-tanggal dari pe-ristiwa penting, seperti proklamasi kemerdekaan, pem-boman Hiroshima atau pem-bunuhan jenderal-jenderal revolusi. Koran juga sering menerbitkan feature peri-ngatan 100 tahun lahir atau meninggalnya seorang tokoh.
Kisah feature sejarah juga bisa terikat pada peristiwa-peristiawa mutakhir yang memangkitkan minat dalam topik mereka. Jika musibah gunung api terjadi, koran sering memuat peristiwa serupa di masa lalu. Feature sejarah juga sering melukiskan landmark (monumen/gedung) terkenal, pionir, filosof, fasilitas hiburan dan me-dis, perubahan dalam komposisi rasial, pola perumahan, makanan, industri, agama dan kemakmuran.
Feature petualangan
Feature petualangan melukiskan pengalaman-pe-ngalaman istimewa dan mencengangkan mungkin pengalaman seseorang yang selamat dari sebuah ke-celakaan pesawat terbang, mendaki gunung, berlayar keliling dunia pengalaman ikut dalam peperangan.
Feature musiman
Reporter seringkali ditugasi untuk menulis feature tentang musim dan liburan, tentang Hari Raya, Natal, dan musim kemarau. Kisah seperti itu sangat sulit ditulis, karena agar tetap menarik, reporter harus menemukan angle atau sudut pandang yang segar.
Feature Interpretatif
Feature dari jenis ini mencoba memberikan deskripsi dan penjelasan lebih detil terhadap topik-topik yang telah diberitakan. Feature interpretatif bisa menyajikan sebu-ah organisasi, aktifitas, trend atau gagasan tertentu. Mi-salnya, setelah kisah berita menggambarkan aksi tero-risme, feature interpretatif mungkin mengkaji identitas, taktik dan tujuan terorisme. Berita memberikan gagasan bagi ribuan feature semacam ini. Setelah perampokan bank, feature interpretatif bisa saja menyajikan tentang latihan yang diberikan bank kepada pegawai untuk me-nangkal perampokan.
Feature kiat (how-to-do-it feature)
Feature ini berkisah kepada pembacanya bagaimana melakukan sesuatu hal: bagaimana membeli rumah, menemukan pekerjaan, bertanam di kebun, mereparasi mobil atau mempererat tali perkawinan. Kisah seperti ini seringkali lebih pendek ketimbang jenis feature lain dan lebih sulit dalam penulisannya. Re-porter yang belum berpengalaman akan cenderung men-ceramahi atau mendikte pembaca — memberikan opini mereka sendiri  bukannya mewawancara sumber ahli dan memberikan advis detil dan faktual.
Tips Singkat Menulis Features
Menulis features seperti halnya menulis karya nonfiksi lainnya, seperti artikel, esai, laporan penelitian, dsb. Ia tetap ditulis dengan menggunakan data atau referensi. Namun, ia sangat berbeda dengan berita lempang (hard news) di surat kabar. Features cenderung dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kreativitas, kadang-kadang dengan sentuhan subjektivitas si penulis terhadap peristiwa, situasi, dsb.
Dalam bukunya Features Writing for Newspaper (1975), DR Williamson berujar, features ialah tulisan kreatif yang terutama dirancang guna memberi informasi sambil menghibur tentang suatu kejadian situasi, atau aspek kehidupan seseorang. Dengan demikian, features bisa dianggap tulisan yang lebih ringan dibandingkan dengan berita atau artikel opini. Kekhasan features terletak pada empat point:
• Kreativitas (dalam hal menciptakannya),
• Informatif (dalam hal isinya),
• Menghibur (dalam hal gaya penulisannya), dan
• Boleh subjektif (dalam hal cara penuturannya).
Jenis-jenis Features dalam Surat Kabar
Features yang ditulis di surat kabar sangat beragam. Paling sedikit, ada tiga macam features, yakni (1) features berita (news features), (2) feature ilmu pengetahuan (science feature), dan (3) features minat manusia (human interest features).
Pertama, features berita biasanya muncul bersamaan dengan terjadinya suatu peristiwa. Dalam hal ini, news features lebih membicarakan kejadian dari peristiwa tersebut dengan disertai proses timbulnya kejadian itu.
Kedua, features ilmu pengetahuan biasanya dikemukakan dengan cukup berbobot. Ciri tulisan ini ditandai oleh kedalaman pembahasan dan objektivitas pandangan yang dikemukakan. Features jenis juga bisa kita baca di beberapa koran dan majalah, seperti Kompas, Tiara, Trubus, Intisari, Info Komputer, dsb.
Ketiga, features minat manusia yakni jenis features yang lebih banyak menuturkan situasi yang menimpa orang, dengan cara penyajian tulisan yang menyentuh hati dan menyentil perasaan.
Mengingat features itu pada dasarnya lebih mengandalkan pada tuturan kejadian, situasi, peristiwa, atau proses juga terjadinya suatu peristiwa, maka dalam menyajikan tulisan, features harus jelas dan juga logis (masuk akal). Selain itu, features janganlah bersifat menggurui dan sejenisnya. Diharapkan, penulisan features akan lebih menarik jika ia dibiarkan bercerita sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Menulis features pada intinya seperti menulis berita di surat kabar (baca hard news, ‘berita lempang’). Artinya, ia harus mengandung enam unsur berita, yakni (1) What, (2) Who, (3) When, (4) Where, (5) Why, dan (6) How. Rumusan ini biasa disingkat menjadi “5W 1H”. Sebelum kita menginjak ke tahap Penulisan, ada baiknya kita tahu tahap-tahap sebelumnya. Seorang wartawan/penulis yang baik, setidaknya mesti melakukan tahap-tahap sebagai berikut:
1. Menemukan peristiwa dan jalan cerita,
2. Cek, ricek, dan triple cek jalan cerita,
3. Memastikan sudut berita (point of view),
4. Menentukan lead atau intro/bagian pembuka, dan
5. Menulis berita.
Selain keterampilan memberikan laporan yang bersifat hardnews, seorang jurnalis sebaiknya memiliki kemampuan membuat feature. Jika dalam menyusun laporan yang sifatnya lugas, prinsip 5W 1H menonjol, maka dalam laporan bersifat feature kaidah itu tidak selalu pas.
Berita lebih menekankan kepada angle yang disesuaikan dengan kebijakan editorial, maka laporan yang bersifat feature lebih dalam lagi. Seorang wartawan yang menyusun sebuah feature biasanya memiliki pemahaman yang kuat terhadap kebijakan editorial sebuah surat kabar atau majalah atau media elektronik.
Berita kebakaran misalnya. Dengan mengandalkan prinsip 5W 1 H maka seorang jurnalis tinggal melihat mana angle yang tepat. Apakah dia akan mengangkat gedungnya yang terbakar karena museum? Atau apakah dia akan mengangkat soal korbannya karena dari satu rumah jompo semuanya meninggal dilalap api. Setiap jurnalis akan berbeda dalam mengangkat lead beritanya.
Feature berbeda dengan berita biasa. Di dalam penulisan feature faktor manusiawi lebih menonjol dibandingkan berita yang sifatnya lugas. Berita yang sudah terlambat tetapi layak diangkat lagi, misalnya tingkat pembunuhan di Jakarta, bisa menjadi feature menarik akhir pekan misalnya berdasarkan sedikit riset.
Untuk menulis feature ada beberapa hal penting.
  1. Feature menekankan aspek penyajian yang menyentuh hati, bukan hanya informasi. Sebuah feature yang baik adalah laporan yang disusun berdasarkan konsep untuk memperkuat appeal terhadap pembaca. Nasib naas seorang pemulung yang meninggal ditabrak mobil mewah dimana ternyata dia meninggalkan keluarga dengan anak lima, misalnya, akan menyentuh pembaca untuk membantu keluarga yang ditinggalkannya. Sentuhan terhadap perasaan pembaca ini bisa dimulai dari kalimat pertama. Misalnya, canda dan tawa dua anak dari korban tabrakan itu seolah melupakan duka ayahnya yang tidak bisa ditemui lagi esok harinya. Sudut pandang penulis melihat nasib keluarganya ditambah data statisik mengenai jasa pemulung membersihkan kota Jakarta, contohnya, membuat feature itu akan menarik.
  1. Sajikan fakta-fakta yang kuat. Anda tidak hanya harus membuat feature dengan menyentuh tetapi buatlah fakta dalam konteks yang kuat. Seorang pemulung yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas bisa diangkat sebagai masalah ketidakberdayaan kaum papa di jalan. Berapa korban tabrakan di Jakarta per bulan atau per tahun ? Feature akan memiliki nilai tinggi, meskipun dirangkum dalam dua kalimat. Atau bisa pula berapa pemulung di Jakarta menurut taksiran. Angka-angka akan memperkuat bobot feature.
  1. Selain menempatkan kasus dalam konteks lebih luas, feature juga sebaiknya penuh dengan warna. Percakapan, cerita dan penuturan yang mengalir merupakan kunci penting menuangkan sebuah karya jurnalistik dalam bentuk feature. Dalam kasus pemulung yang meninggal tadi, jika penulisnya turun ke jalan berbincang dengan keluarga dan kerabat serta rekan-rekannya, maka percakapan itu akan berarti banyak dalam mengekspresikan kesedihan mereka. Si pemulung yang meninggal misalnya seorang yang jujur dan sopan. Dia tidak pernah ceroboh di jalan. Beberapa kalimat dari lokasi kejadian akan meningkatkan kualitas feature.
  1. Selain membuka dengan kalimat yang menyedot pembaca masuk ke dalam, jalinlah ceritanya untuk tetap mendorong pembacanya mengikuti sampai akhir. Dengan menuliskan feature mengikuti kaidah cerita maka pembaca dihadapkan pada sebuah kisah kehidupan yang nyata tetapi berwarna di dalamnya. Pembuka yang kuat ditambah dengan tubuh feature yang berwarna disertai penutup yang mengguncangkan pembacanya akan memberikan daya tarik tersendiri feature Anda. Tidak perlu seorang jurnalist menuangkan dengan kata-kata yang superlatif, cukup menulis fakta, menyampaikan ekspresi keluarga dan kerabat korban dan diakhiri dengan beratnya perjuangan hidup pemulung di tengah bahaya lalu lintas, akan menjadikan feature tersebut layak dibaca tuntas.

Belajar Fonologi Bahasa Indonesia

Pengertian Fonologi

Menurut Kridalaksana (2002) dalam kamus linguistik, fonologi adalah bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya.

Bidang Pembahasannya

Fonologi mempunyai dua cabang kajian,
Pertama, fonetik yaitu cabang kajian yang mengkaji bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahasa. Chaer (2007) membagi urutan proses terjadinya bunyi bahasa itu, menjadi tiga jenis fonetik, yaitu:
a)     fonetik artikulatoris atau fonetik organis atau fonetik fisiologi, mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan.
b)     fonetik akustik mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam (bunyi-bunyi itu diselidiki frekuensi getaranya, aplitudonya,dan intensitasnya.
c)      fonetik auditoris mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita.
Dari ketiga jenis fonetik tersebut yang paling berurusan dengan dunia lingusitik adalah fonetik artikulatoris, sebab fonetik inilah yang berkenaan dengan masalah bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkan atau diucapkan manusia. Sedangkan fonetik akustik lebih berkenaan dengan bidang fisika, dan fonetik auditoris berkenaan dengan bidang kedokteran.
Kedua, fonemik yaitu  kesatuan bunyi terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna. Chaer (2007) mengatakan bahwa fonemik mengkaji bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata. Misalnya bunyi [l], [a], [b] dan [u]; dan [r], [a], [b] dan [u] jika dibandingkan perbedaannya hanya pada bunyi yang pertama, yaitu bunyi [l] dan bunyi [r]. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua bunyi tersebut adalah fonem yang berbeda dalam bahasa Indonesia, yaitu fonem /l/ dan fonem /r/.

Kedudukan Fonologi dalam Cabang-cabang Linguistik

Sebagai bidang yang berkosentrasi dalam deskripsi dan analisis bunyi-bunyi ujar, hasil kerja fonologi berguna bahkan sering dimanfaatkan oleh cabang-cabang linguitik yang lain, misalnya morfologi, sintaksis, dan semantik.
1.  Fonologi dalam cabang Morfologi
Bidang morfologi yang kosentrasinya pada tataran struktur internal kata sering memanfaatkan hasil studi fonologi, misalnya ketika menjelaskan morfem dasar {butuh} diucapkan secara bervariasi antara [butUh] dan [bUtUh] serta diucapkan [butuhkan] setelah mendapat proses morfologis dengan penambahan morfem sufiks   {-kan}.
2.  Fonologi dalam cabang Sintaksis
Bidang sintaksis yang berkosentrasi pada tataran kalimat, ketika berhadapan dengan kalimat kamu berdiri. (kalimat berita), kamu berdiri? (kalimat tanya), dan kamu berdiri! (kalimat perintah) ketiga kalimat tersebut masing-masing terdiri dari dua kata yang sama tetapi mempunyai maksud yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dijelaskan dengan memanfaatkan hasil analisis fonologis, yaitu tentang intonasi, jedah dan tekanan pada kalimat yang ternyata dapat membedakan maksud kalimat, terutama dalam bahasa Indonesia.
3. Fonologi dalam cabang Semantik
Bidang semantik, yang berkosentrasi pada persoalan makna kata pun memanfaatkan hasil telaah fonologi. Misalnya dalam mengucapkan sebuah kata dapat divariasikan, dan tidak. Contoh kata [tahu], [tau], [teras] dan [t∂ras] akan bermakna lain. Sedangkan kata duduk dan didik ketika diucapkan secara bervariasi [dudU?], [dUdU?], [didī?], [dīdī?] tidak membedakan makna. Hasil analisis fonologislah yang membantunya.

Manfaat Fonologi dalam Penyusunan Bahasa

Ejaan adalah peraturan penggambaran atau pelambangan bunyi ujar suatu bahasa. Karena bunyi ujar adalah dua unsur, yaitu segmental dan suprasegmental, ejaan pun menggambarkan atau melambangkan kedua unsur bunyi tersebut.
Perlambangan unsur segmental bunyi ujar tidak hanya bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujar dalam bentuk tulisan atau huruf, tetapi juga bagaimana menuliskan bunyi-bunyi ujar dalam bentuk kata, frase, klausa, dan kalimat, bagaimana memenggal suku kata, bagaimana menuliskan singkatan, nama orang, lambang-lambang teknis keilmuan dan sebagainya. Perlambangan unsure suprasegmental bunyi ujar menyangkut bagaimana melambangkan tekanan, nada, durasi, jedah dan intonasi. Perlambangan unsure suprasegmental ini dikenal dengan istilah tanda baca atau pungtuasi.
Tata cara penulisan bunyi ujar ini bias memanfaatkan hasil kajian fonologi,terutama hasil kajian fonemik terhadap bahasa yang bersangkutan. Oleh karena itu, hasil kajian fonemik terhahadap ejaan suatu bahasa disebut ejaan fonemis.

Selasa, 12 Juni 2012

POTENSI DAN PERMASALAHAN KELAUTAN DI KABUPATEN GRESIK





 

Oleh
RUDI UMAR SUSANTO
NIM 102074026



JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2012




















A.    Latar Belakang
Kabupaten  Gresik berada antara 7 derajat dan 8 derajat Lintang Selatan dan antara 112 derajat dan 113 derajat Bujur Timur. Sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 0‑12 meter di atas permukaan laut kecuali sebagian kecil di bagian utara (Kecamatan Panceng) mempunyai ketinggian sampai 25 meter di atas permukaan laut. Bagian Utara Kabupaten Gresik  dibatasi oleh Laut Jawa, bagian Timur dibatasi oleh Selat Madura dan Kota  Surabaya, bagian Selatan berbatasan dengan Kabupaten  Sidoarjo dan Kabupaten  Mojokerto,  sementara bagian Barat berbatasan dengan Kabupaten  Lamongan.
Kabupaten  Gresik mempunyai kawasan kepulauan yaitu Pulau Bawean dan beberapa pulau kecil di sekitarnya. Luas wilayah Gresik seluruhnya 1.192,25 Km2 terdiri dari 996,14 Km2 luas daratan ditambah sekitar 196,11 Km2  luas Pulau Bawean. Sedangkan luas wilayah perairan adalah 5.773,80 Km2 yang sangat potensial dari subsektor perikanan laut.
Sebagian besar tanah di wilayah Kabupaten Gresik terdiri dari jenis Aluvial, Grumusol, Mediteran Merah dan Litosol. ­Curah hujan di Kabupaten  Gresik adalah relatif rendah, yaitu rata‑rata 2.000 mm per tahun sehingga hampir setiap tahun mengalami musim kering yang panjang.
Berdasarkan ciri‑ciri fisik tanahnya, Kabupaten Gresik  dapat dibagi menjadi 4 (empat) bagian yaitu:
a. Kabupaten  Gresik bagian Utara (meliputi wilayah Panceng, Ujung Pangkah, Sidayu, Bungah, Dukun, Manyar) adalah bagian dari daerah pegunungan Kapur Utara yang memiliki tanah relatif  kurang subur (wilayah Kecamatan Panceng). Sebagian dari daerah ini adalah daerah hilir aliran Bengawan Solo yang bermuara di pantai Utara Kabupaten  Gresik/Kecamatan Ujungpangkah Daerah hilir Bengawan solo tersebut sangat potensial karena mampu menciptakan lahan yang cocok untuk permukiman maupun usaha pertambakan. Potensi bahan‑bahan galian di wilayah ini cukup potensial terutama dengan adanya beberapa jenis bahan galian golongan C. Kondisi tanah tidak termasuk Pulau Bawean
b. Kabupaten  Gresik bagian Tengah (meliputi wilayah; Duduk Sampeyan, Balong Panggang, Benjeng, Cerme,  Gresik, Kebomas ) merupa­kan kawasan dengan tanah relatif subur. Di wilayah ini terdapat sungai‑sungai kecil antara lain Kali Lamong, Kali Corong, Kali Manyar sehingga di  bagian tengah wilayah ini merupakan daerah yang cocok untuk pertanian dan pertambakan.
c. Kabupaten  Gresik bagian Selatan ( meliputi Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringin Anom) adalah merupakan sebagian dataran rendah yang cukup subur dan seba­gian merupakan daerah bukit‑bukit (Gunung Kendeng). Potensi bahan‑bahan galian di wilayah ini diduga cukup potensial terutama dengan adanya beberapa jenis bahan galian golongan C, bahan galian yang bukan strategis dan juga bukan vital seperti batu kapur, posphat, dolomit, batu bintang, tanah liat, pasir dan bahan galian lainnya. Sebagian dari bahan golongan C ini telah diusahakan dengan baik, dan sebagian lainnya masih dalam taraf eksplorasi.
d. Kabupaten Gresik Wilayah kepulauan  Bawean dan pulau kecil sekitarnya yang meliputi wilayah Kecamatan Sangkapura dan Tambak berpusat di Sangkapura.
            Kabupaten Gresik adalah salah satu dari wilayah penyanggah  kota Surabaya. Dimana Kota Surabaya adalah  ibu kota sekaligus pusat ekonomi Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur. Disamping Kabupaten Gresik daerah lain yang juga dapat dikatakan sebagai kawasan penyanggah Kota Surabaya adalah Kabupaten Sidoarjo, Bangkalan, Mojokerto dan Lamongan. Keenam wilayah ini dikenal dengan istilah kawasan Gerbangkertosusila. Fungsi wilayah penyanggah bagi Kabupaten Gresik dapat bernilai positif secara ekonomis, jika Kabupaten Gresik dapat mengantisipasi dengan baik kejenuhan perkembangan  kegiatan industri Kota Surabaya.  Yaitu dengan menyediakan lahan alternatif pembangunan kawasan industri yang representatif, kondusif, dan strategis.
            Hampir sepertiga bagian dari wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir pantai, yaitu sepanjang 140 Km meliputi Kecamatan Kebomas, sebagian Kecamatan Gresik, Kecamatan Bungah dan Kecamatan Ujungpangkah, Sidayu dan Panceng, serta Kecamatan Tambak dan Kecamatan Sangkapura yang berada di Pulau Bawean. Sebagai wilayah pesisir yang juga telah difasilitasi dengan pelabuhan besar, maka  Kabupaten Gresik memiliki akses perdagangan regional, nasional bahkan internasional. Keunggulan geografis ini menjadikan Gresik sebagai alternatif terbaik untuk investasi atau penanaman modal.
Dengan fasilitas pelabuhan yang ada, Gresik memiliki potensi akses regional maupun nasional sebagai pintu masuk baru untuk kegiatan industri dan perdagangan untuk kawasan Indonesia Timur setelah Surabaya mengalami kejenuhan. Disamping itu Kabupaten Gresik merupakan kabupaten yang berpengalaman didalam mengelola  kegiatan industri besar dan telah memiliki reputasi nasional hingga internasional  selama puluhan tahun,  seperti industri Semen Gresik dan Petrokimia.  
Demikian pula dengan dukungan sarana dan prasarana transportasi darat, seperti; akses jalan tol menuju kota Surabaya, jarak yang relatif dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, jalan beraspal dan angkutan umum keseluruh pelosok wilayah kecamatan,  dan sarana transportasi laut yang  memadai berupa pelabuhan atau dermaga, Gresik siap menunjang aktivitas berdagangan dalam taraf internasional.

B.     Masalah Kelautan
1.      Kondisi Terumbu Karang di Perairan Gresik
Pada salah satu kasus kerusakan terumbu karang di Indonesia, terjadi di perairan Gresik, Jawa Timur. Kerusakan terumbu karang di perairan Gresik mayoritas diakibatkan karena masih maraknya nelayan menggunakan trawl, pukat harimau, bahan peledak dan ditambah pencemaran air laut. Data dari Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Gresik bahwa dari 85,5 hektar terumbu karang yang ada di perairan Gresik hampir separuhnya sudah rusak parah.
Pada kondisi saat ini terumbu karang yang masih bagus hanya berada di perairan Bawean. Kondisi terumbu karang di Bawean yang terbilang masih bagus mencapai angka 80%, karena di daerah tersebut tidak ada pencemaran. Kerusakan terumbu karang di wilayah Gresik terjadi hampir di semua wilayah mulai dari Kecamatan Kebomas hingga Panceng. Kerusakan yang dialami terumbu karang perairan Gresik sebagian besar di tepi laut atau daerah pesisir pantai sebab terumbu karangnya mengalami coral bleaching atau pemutihan. Kerusakan tersebut akibat kelalaian dan ketidakpedulian manusia terhadap kelestarian terumbu karang, serta menggunakan zat-zat yang dapat merusak kelestarian terumbu karang dan akan berdampak pada kepunahan terumbu karang jika tidak diambil tindakan pencegahan. Selain itu, kerusakan terumbu karang di wilayah Gresik juga disebabkan tingginya tingkat polusi di laut, seperti, kapal yang membuang sampah sembarangan seperti oli di dan limbah pabrik dan berbagai jenis polutan yang merusak terumbu karang. Kondisi buruk lagi karena tidak adanya anggaran untuk perbaikan terumbu karang tahun 2011 ini dengan alasan anggaran dari APBD terbatas, sehingga tidak ada sepeser pun anggaran untuk pemulihan biota karang di Gresik dari APBD.
Berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH), membenarkan jika ada sejumlah industri besar yang membuang limbah cairnya ke laut, yaitu PT Petrokimia Gresik, PT Smelting, dan PT Hess Indonesia. Izinnya dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) langsung, sebelum limbah dibuang ke laut tentu diolah dulu, hingga berada di bawah kadar berbahaya. Jika belum aman, tidak boleh limbah-limbah tersebut di buang ke laut. Namun pada penerapannya kurang pegawasan, sehingga tidak diketahui pasti apakah limbah tersebut aman untuk dibuang ke laut. Berdasarkan keterangan dari Satuan Polisi Air (Kasatpolair) juga membenarkan jika di Gresik banyak sekali nelayan yang menggunakan pukat harimau, jumlahnya ribuan. Hal ini disebabkan karena peralatannya terbatas dan jumlah personil Polair Polres Gresik sangat terbatas.
2.      Perairan Kabupaten Gresik Tercemar
Kondisi perairan Gresik Jawa Timur baik di Gresik, Kebomas, Manyar, Bungah, dan Ujungpangkah tercemar. Pencemaran itu beragam dengan berbagai indikator penelitian sejumlah lembaga. Salah satu hasil penelitian Institut Teknologi Bandung bersama Pemerintah Kabupaten Gresik menyebutkan di perairan wilayah Ujungpangkah, indeks pencemaran, kawasan laut berada pada level 1-5 atau masuk kategori tercemar ringan. Beberapa zat ditemukan melebihi baku mutu diantaranya tembaga, kandungan tembaga mencapai 0,218 miligram per liter dari standar baku mutu 0.005 mg/L. Kandungan zat seng (Zn) mencapai 0,27 mg/L melebihi baku mutu yang ditetapkan 0,1 mg/L. Tingginya indeks dua zat tersebut tidak lepas dari berbagai kegiatan industri terutama produksi logam berat. Mengacu pada parameter indeks diversitas (keragaman) kehidupan makhluk hidup di laut, pencemaran di laut hampir masuk kategori berat. Indeks diversitasnya berada pada level 1,5-1,0 (tercemar sedang dan berat).
Di kondisi di laut wilayah Manyar, Bungah, Kebomas dan Gresik ditemukan parameter pencemaran. Menurut data neraca sumberdaya alam Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Gresik, kualitas air laut di wilayah tercemar. Dari parameter uji analisa biologi (makhluk hidup) di kawasan pencemaran di empat wilayah itu berada pada level tercemar ringan hingga tercemar berat. Kandungan amoniak (NH3) serta logam berat di kawasan laut Gresik di atas standar baku mutu pada level 0,3 mg/L. Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan, Iwan Lukito, Senin (7/3/11), menyebutkan wilayah laut kecamatan Manyar kadarnya mencapai 0,4 mg/L, di wilayah Kebomas berada di level 0,55 mg/L, di Panceng 0,57 mg/L, sedangkan di Ujungpangkah mencapai 0,4 mg/L. Kandungan liquid hydrocarbon (hidrokarbon cair) juga mengkhawatirkan. Zat tergolong berbahaya ini kebanyakan berasal dari tumpahan minyak dan gas ke laut. Tingkat pencemaran laut di Gresik masih cukup mengkhawatirkan, kata Iwan.
Kondisi tersebut ditambah pencemaran terhadap sungai-sungai yang bermuara di laut Gresik. Tiga sungai yang melintas di kabupaten ini saat ini juga sudah tercemar yakni Bengawan Solo, Kali Lamong, dan Kali Tengah. Beberapa parameter pencemar di tiga sungai itu sudah melebihi batas. Salah satunya adalah kandung oksigen lewat paramater BOD (biochemical oxygen demand).
Kadar BOD di Bengawan Solo BOD mencapai 5,1 mg/ L atau melebihi batas normal 2 mg/liter. Di Kalilamong kadar BOD-nya mencapai 8 mg/liter. Jumlah residu yang terlarut juga masih di atas normal. Di Kali Sukomulyo, residu terlarut mencapai 1.600 mg/L melebihi batas normal 1.000 mg/L. Pencemaran tersebut belum termasuk pencemaran melalui limbah-limbah industri, terutama yang ada di bibir laut. Parameter pencemaran yang ditemukan terkait jenis produk yang dihasilkan industri di wilayah tersebut. Penyebab melubernya liquid hydrocarbon (hidrokarbon cair). Penyebabnya beragam, diantaranya tumpahan bahan bakar perahu yang langsung terbuang ke laut, hingga limbah aktivitas kapal. Iwan menyatakan meskipun pencemaran itu ada tetapi juga susah untuk mendeteksinya. "Banyak cara yang dilakukan sumber pencemar untuk berkelit, sementara fasilitas pendeteksi pencemaran minim. Kami lakukan adalah sosialisasi serta pengawasan," katanya.
Secara geografis, Gresik memiliki luas wilayah laut mencapai 5.773,8 km2 dan wilayah daratan hanya 1.192 km2. Sepertiga wilayah Gresik merupakan pesisir pantai dengan panjang pantai 140 kilometer terbentang mulai Kecamatan Kebomas, Gresik, Bungah, Panceng dan Ujungpangkah. Selain sebagai kota pantai Gresik juga menjadi kota industri, yang memberi kontribusi terhadap pencemaran perairan di Gresik. Tercemarnya perairan Gresik sangat dirasakan nelayan dan petambak. Keberadaan ikan-ikan di laut Gresik mulai berkurang. Budi daya tambak juga tidak maksimal lagi karena daya dukung tambak terus menurun. Aktivitas kepelabuhanan, banyaknya industri dan dermaga untuk kepentingan sendiri sudah membuat nelayan pusing karena kerena mereka harus memutar saat mau melaut. Sementara ikan-ikan semakin sepi. Sekali melaut butuh 30 liter solar, sementara tangkapan sedikit. "Lima tahun lalu kami bisa mendapatkan hasil Rp 50.000 per hari, sekarang susah," kata Rokhim (53) salah seorang nelayan di Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik. Nelayan yang beraktivitas di muara Kali Lamong seperti Zainuddin warga Sukorejo Kecamatan Kebomas juga mengeluh karena seringnya ikan mati. Bahkan setahun bisa tiga kali ditemukan kasus ikan mati yang diduga terkena polusi. Petambak juga was-was wilayahnya tercemar terutama yang ada di kawasan Manyar. Hasil budidaya ikan juga menurun, bahkan sejumlah petambak ada yang berunjuk rasa ke perusahaan yang dianggap biang pencemar. (http://nasional.kompas.com/read/2011/03/07/17564828/)
C.    Gambaran Potensi Kelautan
1.      Potensi Perairan Bawean
Pulau Bawean merupakan pulau kecil yang letaknya di pulau Jawa, tepatnya 120 Km sebelah utara Gresik, yang posisinya berada antara 50 42'-50 53' LS dan 112" 34'-112" 57 BT. Secara administratif, pulau Bawean termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, dan terbagi menjadi dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Kawasan pesisir pulau Bawean juga memiliki suatu ekosistem yang sangat komplit yaitu, hutan mangrouve, padang lamun, dan terumbu karang. Ekosistem tersebut memiliki produktifitas tinggi yang berperan dan menopang kehidupan berbagai biota laut. Ketiga ekosistem tersebut saling berinteraksi baik itu secara fisik, bahan organik terlarut, bahan organik partikel, migrasi fauna, dan juga dampak kegiatan manusia. Oleh sebab itu kawasan pesisir sangat perlu dijaga kelestariannya karena memegang kunci yang sangat penting dalam perputaran nutrient sehingga ekosistemnya dapat berperan dalam menopang dan memberikan kehidupan bagi berbagai biota laut apabila lingkungan kawasan tersebut relative, stabil, kondusif, dan tidak berfluktuatif.
Pulau Bawean juga merupakan daerah jalur migrasi ikan dari laut Cina selatan menuju laut Hindia melewati selat Sunda dan selat Bali dan demikian sebaliknya dari laut Hindia menuju laut Cina selatan, selat Makasar dan sebagiannya. Ikan yang migrasi dari apa yang kita sebutkan tadi diatas pulau Bawean sebagai jalur yang dilewatinya, selain dari hal tersebut Bawean juga dikelilingi gugusan karang sepanjang pantainya. Dimana gugusan karang yang berada disepanjang pantai Bawean merupakan tempat yang sangat aman bagi ikan untuk berlindung, bertelur dan mencari makan, sehingga ikan yang migrasi tersebut sebagian akan singgah di gugusan karang mencari makan, berlindung dan bertelur, oleh sebab itu pulau Bawean di jadikan daerah fishing ground oleh nelayan lokal maupun nelayan pantai utara Jawa. Kondisi tersebut sangat erat kaitanya dengan dengan peran ekosistem seperti ekosistem mangrouve, padang lamun dan terumbu karang.
Selain potensi yang dimiliki oleh perairan Bawean yaitu segala jenis ikan, Bawean juga sangat baik sebagai daerah tujuan wisata apabila semua itu dikelola dengan baik dan bertanggung jawab, karena pantai Bawean memiliki panorama alam yang indah dan menawan. Berangkat dari hal tersebut diatas maka itu semua adalah merupakan suatu modal, kekuatan yang potensial untuk didayagunakan dalam melaksanakan pembangunan khususnya bidang perianan. Untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh pulau Bawean baik potensi sumberdaya ikan dan sumberdaya alam sebagai daerah tujuan wisata, maka pemanfaatanya harus secara optimal, benar, rasional, dan terkendali sehingga sumberdaya yang ada bisa dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, untuk itu fungsi pengawasan sangat strategis dan diperlukan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan agar tidak terjadi kerusakan sumberdaya alam dan lingkungannya. Seperti yang telah diamanatkan dalam undang –undang No.31 tahun 2004 yang telah diubah menjadi undang-undang No. 45 tahun 2009 pada pasal 66 tentang pengawasan perikanan yang mempunyai tugas untuk mengawasi tertib pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang perikanan, agar sumberdaya ikan yang terkandung didalamnya dapat terjaga dari pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab, dalam arti sumberdaya ikan dapat lestari dan lingkungannya.
Salah satu strategi yang dilakukan untuk menjaga potensi serta melestarikan sumberdaya ikan yang ada maka masyarakat Bawean membuat suatu langkah Budidaya ikan air laut dalam hal ini seperti keramba jaring apung (KJA) yang bertujuan untuk memberi kesempatan pada ikan agar dapat berkembang biak dan mingkatkan kembali produktifitas ikan yang berada di laut.
Tahap uji coba bidadaya ikan air laut (KJA) ini berada di pulau Gili yang terletak disebelah timur pulau Bawean, Di pilih pulau Gili sebagai tempat budidaya karena perairannya yang sangat baik serta aman dari benturan gelombang dan bebas dari jalur pelayaran. Pulau gili merupakan pualu terpencil yang terletak di sebelah timur pulau Bawean yang bagian dari desa Sidogedung batu kecamatan Sangkapura. Mata pencaharian masyarakatnya sebagian besar adalah nelayan tradisional yang mengandalkan dari sumberdaya ikan yang berada diperairan, oleh sebab itu dengan adanya KJA ini diharapkan agar dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga mengurangi angka pengangguran serta dapat miningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir, adanya tahap uji coba ini tidak terlepas dari peran para investor yang berada di pulau Jawa (Surabaya) dan masyarakat Gili yang masih perduli pada kelestarian sumberdaya perairan, mengingat pemanfaatan sumberdaya ikan yang telah melampaui batas serta maraknya pencurian ikan, serta penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan beracun.
2.      Potensi Wisata Laut di Pantai Delegan Panceng Gresik
Menikmati liburan bersama kerabat atau teman, tanpa perlu mengeluarkan biaya besar, obyek Wisata Segara Indah Delegan di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tempatnya. Hamparan pasir putih diiringi lenggak-lenggok ombak dapat mengusir kepenatan para turis setelah menempuh perjalanan 40 kilometer dari Kota Gresik.  Bagi Isminarti (45), warga Surabaya, liburan ke Wisata Segara Indah Delegan (Wisid) terasa asyik untuk bersantai bersama keluarga. Pada akhir Desember lalu, bersama suami dan tiga anaknya, mereka betah berlama-lama di pantai itu. ”Tekstur pasirnya lembut. Ombaknya juga tidak begitu besar sehingga aman buat anak-anak yang suka bermain hingga ke bibir pantai. Bahkan, berenang agak ke tengah,” katanya. Agus, pengunjung lain, juga mengajak anaknya ke Pantai Delegan untuk menumbuhkan rasa cinta anaknya pada laut. Menurut dia, berwisata ke obyek wisata itu dari segi biaya sangat murah. Namun, manfaatnya besar. ”Selama di pantai, kami sekeluarga bisa membangun kebersamaan, apalagi anak tunggalnya senang berenang di laut. ”Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan, piknik di pantai ini cocok karena bisa rileks, sehingga pikiran kembali segar,” ujarnya.
Sejumlah pengunjung, terutama anak-anak, memilih bermain pasir dengan membuat istana pasir, menimbun kaki pakai pasir putih dan halus. Sebagian lagi berenang menggunakan pelampung atau bahkan ban serta menggunakan ayunan ombak dengan kano dan perahu nelayan. Pantai Delegan ramai pengunjung pada musim liburan atau setiap akhir pekan. Sebanyak 60 persen pengunjung wisatawan lokal Gresik dan 40 persen pengunjung dari luar kota. Selama 2010, jumlah pengunjung mencapai 53.000 orang, dan hingga akhir Desember 2011 jumlah pengunjung sebanyak 60.000 orang. Manajer Pengelola Wisid Muzaroddin menyatakan, daya tarik obyek wisata itu karena mudah dijangkau dan murah. Pengunjung bisa menikmati hamparan pasir putih dan deburan ombak sambil membaringkan diri beralaskan tikar. Wisatawan yang ingin bermain ombak bisa menyewa ban dengan tarif Rp 3.000 sampai Rp 7.000, dan digunakan sepuasnya karena tidak ada batasan dari penyewa. Tiket masuk ke kawasan pantai pun cuma Rp 3.000 (anak- anak) dan Rp 4.000 untuk dewasa. Ketika liburan sekolah, harga tiket masuk menjadi Rp 5.000 per orang. Sejak 2007, wisata pantai dikelola desa sehingga memberi kontribusi pada pendapatan asli desa (Pades). Muzaroddin menyebutkan, pada 2010 kontribusi Wisid ke pendapatan daerah asli daerah (PAD) Gresik sebesar Rp 750 juta dan 2011 diperkirakan Rp 825 juta. ”Nilai itu belum dipotong pajak dan retribusi ke Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Gresik dan biaya operasional,” ujarnya. Menurut Muzaroddin, yang juga Kepala Desa Delegan, saat liburan sekolah, hari raya, dan akhir tahun, Pantai Delegan selalu ramai pengunjung. Jumlahnya bisa mencapai 13.000 orang.
Tambah wahana
Awalnya kawasan wisata itu dikelola oleh perorangan. Baru pada 2007 desa terlibat, dan secara bertahap manajemen disempurnakan. Pengelola tak sekadar menjual keelokan pantai, tetapi juga menambah beberapa wahana bermain. Kini, Wisid menjadi tempat wisata alternatif karena lokasinya relatif strategis, berada di jalur wisata ziarah wali mulai dari Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, hingga Sunan Bonang di Tuban. Pengunjung Wisid didominasi dari Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Surabaya. Keberadaan obyek wisata pantai Delegan benar-benar mampu mendongkrak ekonomi desa dan pendapatan warga sekitar. Pengunjung yang semakin ramai, terutama pada musim liburan, meski mayoritas turis domestik, cukup mampu mendongkrak ekonomi warga sekitar. Meski demikian, memang masih ada beberapa sarana terutama di sekitar pantai yang belum ditata secara baik. Pemkab Gresik pernah menggagas kawasan wisata itu disulap jadi Pusat Wisata Bahari dan Bumi Perkemahan Padang Bulan, termasuk mereklamasi sebagai areal pantai. Namun, hingga kini rencana itu masih sekadar wacana. Padahal lokasinya berdampingan dengan tempat pelelangan ikan. Artinya, daya tarik pantai tak hanya pasir putih dan deburan ombak, tetapi juga wisatawan bisa menikmati ikan segar hasil tangkapan nelayan.
Tetap merakyat
Penduduk Delegan berharap kawasan pantai tetap sebagai tempat piknik keluarga yang merakyat dan terjangkau semua kalangan masyarakat. Kini ada kekhawatiran, jika Wisid dikelola dan dikuasai pemilik modal, melancong ke Pantai Delegan tak semurah dan semudah sekarang. Apalagi ada beberapa rencana untuk mengembangkan obyek wisata itu tanpa keterlibatan Pemkab Gresik. Warga Desa Delegan bahkan mulai mengembangkan kawasan menjadi desa wisata. Pada 2012 direncanakan kawasan itu disulap dengan sebuah konsep terpadu antara wisata perbukitan, waduk, dan pantai. ”Pengunjung yang ingin menggelar pelatihan di luar ruang atau outbound tinggal memilih lokasi, perbukitan, waduk dekat persawahan, atau pantai,” ujar Muzaroddin. Masyarakat Desa Delegan berharap pemerintah daerah hanya memberikan bantuan fasilitas sarana dan prasarana sehingga warga tetap bisa berpartisipasi dalam pengelolaan. Ramainya pengunjung juga menjadi berkah bagi pemilik ban, pemilik perahu untuk mengelilingi pinggir pantai, atau sekadar berenang. Paling tidak satu pemilik ban bisa menyewakan sedikitnya 30 ban per hari.
Pengelola berbagai sarana untuk disewakan kepada turis juga terus menambah berbagai fasilitas, seperti perahu jenis kayak dan kano, dan flying fox (berseluncur dengan tali). Sarana berseluncur sepanjang 60 meter dengan lebar 8 meter, untuk menguji adrenalin, sangat diminati anak-anak dan remaja. Tak kurang dari 50 orang menggunakan sarana ini, terutama pada akhir pekan. Pantai Delegan sepertinya menarik untuk dikunjungi, apalagi tak butuh dana besar. Berbagai sarana bermain atapun sekadar menguji adrenalin juga terjangkau, tanpa harus merogoh kantong lebih dalam. Apalagi warga setempat juga mulai banyak yang membuka warung sederhana, dengan menu utama ikan bakar, hasil tangkapan nelayan pada hari itu juga. Deburan ombak juga bisa menambah nikmatnya menyantap ikan gurih di pinggir pantai. Piknik ke Pantai Delegan benar-benar dapat melenyapkan kepenatan, apalagi tiket masuk serta biaya sewa-menyewa berbagai peralatan tak terlalu mahal. Tidak ada salahnya kita mencoba berwisata religi ke Gresik, dan mampir di pantai yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Surabaya ini. (http://bappeda.jatimprov.go.id/2012/01/17/melepas-kepenatan-di-pantai-delegan-gresik/).






D.    Konsep Pengembangan atau Pemberdayaan Potensi Kelautan
1.       Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia Indonesia sebagai Subjek Penggali Potensi Bahari.
Manusia merupakan subjek yang terpenting dalam upaya pemberdayaan potensi bahari Indonesia. Upaya yang dilakukan hendaknya dapat membangun manusia Indonesia yang seutuhnya, bermutu dan peduli terhadap potensi bahari Indonesia sehingga dapat membangun peradaban bangsa. Karena hal terberat yang harus dilalui bangsa ini untuk pemberdayaan potensi baharinya adalah menyiapkan sumber daya manusia yang bermutu dan bermoral dalam mengembangkan potensi laut kita sebagai aset dan modal dalam membangun bangsa menjadi sebuah bangsa yang berperadapan serta mampu bersaing di dunia Internasional. Kencenderungan sikap dan pemahaman yang masih berkembang di masyarakat Indonesia adalah melihat daratan sebagai satu satunya sumber kehidupan. Hal ini bisa terlihat dari jumlah usaha yang bergerak di bidang kelautan masih rendah dibanding usaha lainnya dan jumlah petani yang lebih besar dari nelayan, bahkan bisa dilihat dari jumlah armada laut dan perwira laut yang jumlahnya lebih kecil dibanding darat. Struktur mental dan pengetahuan seperti ini berakibat pada rendahnya partisipasi rakyat dalam upaya memberdayakan potensi laut yang sangat besar di Indonesia.
Kondisi sumber daya manusia di daerah pesisir sebagai komunitas masyarakat yang berlokasi terdekat dengan lautan juga tidak bisa dikatakan bermutu. Berdasarkan data COREMAP Desember 2001 menunjukkan bahwa dari 4 daerah pesisir yang menjadi daerah binaan, masih terdapat penduduk yang tidak bersekolah bahkan salah satu daerah mencapai angka 12%. Rata rata tingkat pendidikan tertinggi penduduknya adalah sekolah menengah atas dan hanya berjumlah 21%. Sedangkan penduduk yang berpendidikan akademi atau universitas masih sangat sedikit dan bahkan ada desa yang tidak mempunyai penduduk dengan tingkat pendidikan ini.
Tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan rendahnya daya serap terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga sering menjadi kendala bagi peningkatan produksi dan pertumbuhan ekonomi wilayahnya. Seharusnya, untuk mengelola sumberdaya laut yang kaya dibutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas sesuai bidangnya, karena pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut membutuhkan penerapan teknologi, mulai dari teknologi yang sederhana sampai teknologi yang canggih. Untuk mengatasi persoalan peningkatan sumber daya manusia perlu dilakukan upaya peningkatan pendidikan berbasis kebaharian. Hal ini bisa dilakukan dengan pengenalan laut secara lebih mendalam di sekolah sekolah dasar. Diberikannya pengenalan, pemahaman, kesadaran, dan kecintaan anak didik sejak dini terhadap laut dapat meningkatkan semangat jiwa bahari demi terwujudnya generasi muda potensial di bidang kelautan yang nyata dan andal secara praktis. 
Pemberian muatan lokal bidang kelautan, pada sekolah-sekolah menengah, terutama di daerah pesisir akan mampu mengasah potensi kecerdasan dan ketrampilan manusia-manusia Indonesia. Dibukanya lebih banyak pendidikan tinggi berbasis kelautan akan memperkuat sumber daya manusia di bidang kelautan. Selain itu, perlu dilakukan peningkatan program pelatihan dan ketrampilan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya laut. Dengan diterapkannya pendidikan serta ketrampilan yang ada diharapkan kedepannya mereka mampu mengelola kekayaan alam laut Indonesia secara handal, efektif dan bermoral, sebagai implikasi dan tuntutan era milenium baru yang terbentang luas di depan. Pemerataan pendidikan yang berkualitas disemua daerah di Indonesia termasuk daerah daerah pesisir akan membantu terbentuknya sumber daya manusia handal pembangun peradaban bangsa ini.
Sekolah-sekolah di daerah pesisir seharusnya mendapatkan fasilitas standar untuk menunjang berjalannya kegiatan belajar mengajar. Memberikan fasilitas dan peningkatan mutu pendidikan melalui proses pengajaran serta peran optimal pengajar di semua jenjang pendidikan yang ada dapat mendorong pemberdayaan sektor kelautan yang menjadi landasan pembangunan peradaban bangsa. Peningkatan pembinaan tersebut harus dilakukan secara terpadu dengan partisipasi aktif masyarakat, pemerintah dan sektor swasta. Rasa tanggung jawab dan kebersamaan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya perlu ditingkatkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga kedepannya pelaksanaan proses pendidikan di semua jenjang harus dapat mengembangkan kemauan belajar, meningkatkan kreativitas dan inovasi baru, memperdalam dan memperluas pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasiskan kebaharian.

2. Tersedianya Sarana dan Prasarana Penunjang Kelautan
Dalam upaya pemberdayaan potensi kelautan Indonesia, pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan kelautan sangat diperlukan. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor kelautan. Minimnya sarana dan prasarana kelautan akan berakibat rendahnya kegiatan eksplorasi laut maupun penelitian kelautan. Pembangunan sarana dan prasarana di bidang perikanan yang sangat dibutuhkan misalnya pelabuhan perikanan atau tempat pendaratan ikan. Pelabuhan perikanan dan juga tempat pendaratan ikan merupakan pusat pengembangan masyarakat nelayan dan pertumbuhan ekonomi perikanan, pengembangan agribisnis dan agroindustri perikanan. Pusat pelayanan tambat labuh kapal perikanan, tempat pendaratan ikan hasil tangkapan dan hasil budidayaan, tempat pelayanan kegiatan operasi kapal-kapal perikanan, pusat pemasaran dan distribusi perikanan, tempat pengembangan usaha industi perikanan dan pelayan eksport, tempat pelaksanaan pengawasan, penyuluhan dan pengumpulan data. Mengingat fungsi pelabuhan perikanan sangat luas dan memiliki kekhususan, maka keberadaan pelabuhan perikanan harus merupakan wilayah kerja tersendiri dan tidak dapat disatukan dengan pelabuhan umum. Dengan dibangunnya sarana dan prasarana penunjang kelautan yang representatif dan merata disemua wilayah Indonesia berdampak pada peningkatan pemberdayaan potensi bahari. Namun yang perlu diingat adalah pembangunan sarana dan prasarana tersebut harus dilakukan secara transparan, sesuai prosedur yang ada dan berbasiskan kebutuhan.
3.      Pengembangan Penelitian dan Teknologi Berbasis Kebaharian.
Pemberdayaan potensi kebaharian Indonesia untuk membangun peradaban bangsa perlu dipacu melalui berbagai pengembangan penelitian dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran pengembangan ilmu pengetahun dan teknologi sangat diperlukan karena wilayah laut Indonesia serta kekayaan laut didalamnya sangat besar, sehingga teknologi tradisional tidaklah cukup untuk mendukung pemberdayaannya. Penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan Indonesia di setiap jenjang sekolah dan pengkajian dalam litbang kelautan di perguruan tinggi akan mampu mendorong pengusahaan sumber daya alam laut Indonesia ditangan putra-putri bangsa. Dengan peralatan yang lebih modern, baik dalam hal armada penangkapan ikan, teknologi pemantauan, teknologi eksplorasi, teknologi pengolahan, teknologi pemetaan laut, serta teknologi pasca panen, kekayaan alam laut Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran bangsa Indonesia dan tidak dicuri bangsa lain.
Pengembangan ini dapat dilakukan secara bersama-sama antara instansi pemerintah, perguruan tinggi maupun pihak swasta yang bergerak dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan secara menyeluruh. Kerjasama semua pihak ini akan mampu mendorong pemberdayaan potensi bahari Indonesia sebagai landasan peradaban bangsa dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

4. Kemudahan Modal Usaha di Bidang Kelautan.
Untuk meningkatkan berbagai kegiatan kelautan dan mendorong regulasi perekonomian kelautan, maka diperlukan suatu sistem permodalan yang memberikan kemudahan modal bagi nelayan. Kemudahan modal perlu secepatnya terlaksana karena fenomena yang terjadi sekarang adalah banyaknya nelayan kecil yang meminjam modal pada tengkulak, karena dianggap prosesnya lebih mudah. Tentunya praktek pinjam meminjam modal yang serupa sistem ijon dalam pertanian dan disebut Langgan ini memberikan bunga besar yang akan semakin menjerat masa depan nelayan. Peningkatan kemampuan terutama nelayan dalam penyediaan permodalan dalam usaha penangkapan ikan, memerlukan keterlibatan sektor keuangan di negara ini, seperti bank, koperasi dan lembaga lembaga peminjam modal lain dengan persyaratan dan bunga yang lunak. Selain itu, perlu dilakukan kerjasama secara adil antara nelayan kecil dan pengusaha besar untuk mendorong keterpaduan dan kesinambungan kegiatan pemberdayaan potensi laut Indonesia.


5. Peningkatan Fungsi Departemen Kelautan dan Perikanan.
Kunci keberhasilan dalam suatu pembangunan adalah komitmen dan dukungan dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan di negara ini. Komitmen pemerintah untuk mendukung pemberdayaan potensi kelautan dapat dilakukan dengan membuat kebijakan yang berimbang untuk kesejahteraan masyarakat. Secara kelembagaan Departemen Kelautan dan Perikanan merupakan pelaku kebijakan pemerintah di bidang kelautan dan bertanggung jawab pada sektor ini. Peningkatan fungsi departemen ini dapat dilakukan dengan mengefektifkan seluruh jajarannya, baik yang berada di tingkat pusat maupun daerah. Kemampuan lembaga ini untuk menunjang pemberdayaan potensi bahari Indonesia juga ditunjukkan melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga lain yang berkaitan, baik lembaga formal maupun informal. Karena untuk mengembangkan sektor kelautan diperlukan kerjasama dan peran aktif seluruh lembaga yang berkaitan sesuai dengan wewenang dan fungsinya.
6.      Penguatan Sistem Keamanan dan Pertahanan Laut.
Kondisi geografis Indonesia dengan 2/3 lautan memberikan potensi besar untuk kemajuan bangsa sekaligus mengundang ketertarikan masyarakat asing dan negara lain untuk memanfaatkannya. Negara Indonesia yang mempunyai banyak pulau rawan penyelundupan, pencurian sumber daya alam dan sebagainya. Hal ini terbukti dengan bertambah banyak jumlah nelayan asing yang berlayar di perairan Indonesia secara illegal. Berdasarkan perkiraan dari kasus nelayan asing yang ditangkap dan hasil deteksi dari data citra Satelit diperkirakan lebih dari 20 trilyun/tahun kerugian Indonesia terjadi akibat illegal fishing ini. Dirjen Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan mengeluarkan data yang menyebutkan bahwa jumlah kapal-kapal asing yang beroperasi di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sekitar 7.000 buah.  Besarnya jumlah pelanggaran di kawasan laut Indonesia terjadi tidak hanya dikarenakan sumber daya alam Indonesia yang sangat menarik bagi bangsa lain, tetapi juga disebabkan oleh rendahnya pemberdayaan dan pengamanan sumber daya alam laut Indonesia. Hal ini terlihat dengan rendahnya kualitas dan kuantitas kekuatan TNI AL sebagai tulang punggung keamanan maritim di Indonesia. TNI AL hanya memiliki jumlah perwira kurang dari 25% jumlah perwira angkatan darat, sedangkan wilayah pengawasan yang harus dilakukan adalah 2/3 dari seluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya sumber daya manusia yang masih sedikit, peralatannya pun sudah tidak layak digunakan karena sudah berumur rata-rata 40 tahun.
Pentingnya peningkatan keamanan laut dengan armada laut dan perwira lautnya yang handal telah terbukti dalam sejarah mampu membawa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit menjadi kerajaan yang besar. Kekuatan ini mampu mendorong sektor perekonomian melalui perdagangan dan pada akhirnya membawa kesejahteraan bagi warganya. Kejayaan dimasa lalu ini seharusnya bisa menyadarkan bangsa ini bahwa sektor kelautan merupakan sektor yang penting untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan keamanan laut dengan armada laut dan perwira laut yang handal sebagai salah satu cara penting untuk memberdayakan potensi bahari Indonesia.  Keberadaan armada laut, baik armada niaga maupun armada perang diperlukan tidak hanya sebagai pertahanan kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia yang lahir sebagai negara merdeka sejak 1945, namun keberadaan armada ini penting untuk melindungi sumber daya alam kelautan. Untuk perlindungan sumber daya alam laut juga diperlukan kinerja yang kuat dan kerja sama antar departemen dan institusi yang terkait sehingga nantinya akan dapat membawa Indonesia menuju bangsa yang berperadaban besar.
E.     Analisis Pengembangan Potensi Kelautan
Dalam pengelolaan wilayah pesisir dan lautan hendaknya mempertimbangkan tiga aspek, yaitu aspek sosial, ekonomi dan ekologis. Analisa wilayah pengelolaan potensi pesisir dan lautan di Kabupaten Lamongan akan difokuskan pada tiga hal tersebut, yaitu :
1.      Aspek Sosial
Masyarakat di wilayah pesisir dan lautan di Kabupaten Gresik, yaitu Kec. Panceng, Ujung Pangkah, Sidayu, Bungah, Manyar, Gresik, Sangkapura, dan Tambak. mayoritas sumber mata pencahariannya nelayan, mayoritas beragam Islam dan memiliki nilai-nilai religius tinggi. Sedangkan karakter masyarakatnya sangat keras dan sangat heterogen sehingga kompetensi sangat tinggi. Potensi terjadinya konflik sangat tinggi hal ini dipicu oleh pemanfaatan lahan di sekitar pesisir sehingga mengakibatkan rebutan pemanfaatan lahan, misalkan untuk pemukiman. Disamping itu karena masih ada anggapan bahwa laut merupakan tempat terbuka yang secara bebas mencari ikan tanpa terbatasi oleh kewenangan masing-masing daerah dan wilayah maka sering melalampui batas wilayah tersebut, akibatnya terjadi konflik nelayan antar daerah. Upaya-upaya guna mengatasi dampak sosial tersebut sering dilakukan oleh Instansi terkait, diantaranya adalah sosialisasi tentang status lahan disekitar pesisir dan laut; memfasilitasi konflik antar nelayan lokal maupun dengan daerah lain, khusus untuk wilayah berbatasan telah dilakukan perjanjian melalui MOU (memorandum of under standing) yang bersifat mengikat kedua belah pihak.
2.      Aspek Ekonomi
Dari beberapa kegiatan yang telah dilakukan di wilayah pesisir dan lautan Kabupaten Gresik maka telah memberikan kontribusi yang besar bagi struktur perekonomian Kabupaten Gresik. Sektor terbesar disumbangkan oleh perikanan tambak, perikanan tangkap dan wisata bahari, adapun industri telah mempengaruhi sebagian besar di kawasan Kabupaten Gresik. Disamping itu dengan adanya kegiatan-kegiatan baru akan menampung atau menyerap tenaga kerja lokal, munculnya sektor informal (warung-warung, toko-toko) disekitar kegiatan, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Upaya yang dilakukan oleh instansi terkait guna mendorong perekonomian masyarakat pesisir adalah mengadakan kursus-kursus tentang pengelolaan budidaya perikanan, dan industri pengolahan ikan serta memperkuat pasar melalui distribusi hasil-hasil perikanan dan mengoptimalkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
3.      Aspek Ekologis
Aspek ekologis merupakan aspek terpenting dalam pengelolaan pesisir dan luatan karena sumber daya pesisir dan kelautan pada prinsipnya sangat terbatas untuk itu harus harus dipelihara daya dukungnya. Dalam pengelolaan pesisir dan lautan di Kabupaten Gresik ada beberapa hal yang harus diperhatikan : 1). Hutan mangrove telah banyak mengalami kerusakan akibat konversi lahan pemukiman pertambakan, pariwisata dan industri, maka guna memelihara potensinya maka dilakukan upaya-upaya penetapan lahan konservasi hutan mangrove melalui kebijakan peraturan daerah (Perda) yaitu penetapan kawasan-kawasan lindung di wilayah Kabupaten Gresik. Sedangkan upaya rehabilitasi atau reboisasi hutan mangrove terus di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten melalui Bagian Lingkungan Hidup yang bekerja sama dengan tokoh masyarakat, LSM dan masyarakat setempat namun prosentase keberhasilan upaya tersebut relatif kecil karena penanaman pohon mangrove sangat spesifik. Faktor utama kegagalannya adalah kurangnya monitoring instansi terkait dan kurangnya keterlibatan masyarakat secara mandiri untuk menjaga kelestarian mangrove. 2). Terumbu Karang keberadaanya sudah hampir tidak ada, namun telah dbuat terumbu  karang buatan sebanyak tiga buah. Guna menjaga terumbu karang buatan ini maka dilakukan dimonitoring terus menerus oleh Dinas Perikanan dan Kelauatan di Kabupaten Gresik melalui tindakan-tindakan preventif yaitu sosialisasi penggunaan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan. 3). Usaha Perikanan Tambak berdasarkan kondisi fisik kimia tanah dan kimia fisik perairan masih cukup potensial di kembangkan di Kabupaten Gresik, namun harus memperhatikan ekosistem mangrove disekitar tambak, karena sangat baik untuk mem-filtrasi penyakit yang terbawa oleh air laut terhadap udang maupun ikan bandeng. 4). Kondisi Perikanan Tangkap, berdasarkan perhitungan, maka diketahui bahwa kondisi perairan wilayah Pesisir dan Lautan Kabupaten Gresik terjadi tangkap lebih (over fishing) maka apabila ada penambahan alat tangkap (effort) lebih lanjut dalam jangka panjang akan mengakibatkan tidak hanya over fishing, tetapi bahkan menyebabkan hilangnya potensi sumberdaya ikan. Sehingga paling tidak jumlah alat tangkap atau effort harus dipertahankan seperti sekarang atau bahkan diturunkan untuk sementara waktu agar stok biomass mampu melakukan pemulihan (recovery). 5). Pariwisata yang dikembangkan di wilayah Pesisir dan Lautan Kabupaten Gresik adalah pariwisata bahari yang memadukan konsep keindahan alam dengan paduan teknologi sehingga tidak membahayakan lingkungan. 6). Kegiatan usaha pengolahan ikan skala industri belum berkembang, mengingat tersedianya bahan baku dan jenis ikan yang cukup, maka perlu dikembangkan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Gresik.



F.     Strategi Pengimplementasian Potensi Kelautan
Prinsip pemanfaatan potensi sumber daya pesisir dan lautan adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan, dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu agar potensi wilayah pesisir dan lautan dapat dikelola secara optimal bagi kepentingan masyarakat, khususnya Kabupaten Gresik maka dengan memperhatikan permasalahan-permasalahan di atas maka strategi kebijakan yang dilaksanakan adalah :
a.  Penatanaan ruang pengelolaan wilayah pesisir dan lautan secara terpadu, yang sekarang belum tersedia di Kabupaten Gresik.
b. Revitalisasi kawasan yang berfungsi sebagai kawasan lindung sesuai dengan Perda Kawasan Lindung. Hal ini diarahkan untuk menyelamatkan biota dan abiota di perairan, memperbaiki dan melestarikan kualitas lingkungan hidup sekaligus mengamankan kawasan pesisir dari ancaman bencana alam.
c. Penegakan hukum yang adil serta tegas bagi pengusaha maupun masyarakat yang melakukan kegiatan yang berpotensi merusak wilayah pesisir dan lauatand. Pengembangan ekonomi masyarakat pesisir berbasis potensi dan kondisi sosial budaya setempat.
e.  Perbaikan dan Peningkatan sarana prasarana serta aksesibilitas wilayah pesisir dan lautan sehingga dapat menunjang laju perekonomian masyarakat pesisir dan lautan f. Mereview dan memantapkan perjanjian bersifat mengikat (Memorandum Of Understanding) dengan wilayah pesisir dan lautan Kabupaten yang berbatasan. Hal ini diarahkan guna memperbarui dan membuat peta batas yang jelas antar wilayah pesisir dan laut Kabupaten yang di fasilitasi propinsi.
g. Menjaga dan memelihara kondisi wilayah pesisir yang kondusif melalui operasi kerjasama antara Kabupaten dengan Kantor Perhubungan Laut di Kabupaten Gresik
f.   Peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan wilayah laut dan pesisir. Hal ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dan efektifitas pengelolaan pesisir dan laut.
g.  Mengembangkan data dan infomasi kelauatan. Hal ini dimaksudkan agar seluruh potensi wilayah pesisir dan lautan di Kabupaten Gresik dapat dimasukkan dalam data base sistem informasi wilayah pesisir dan laut yang menginventarisasi potensi-potensi laut, kondisi sosial masyarakat nelayan dan utamanya adalah kapasitas poduksi dan produktivitas perikanan tangkap. 



G.    Simpulan
Berbagai potensi kebaharian yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan landasan utama dalam membangun peradaban bangsa. Kekayaan alam ini seharusnya membuat kita sadar untuk mulai bergerak mendayagunakan potensi laut dalam segala aspek kehidupan. Dengan terbedayanya berbagai potensi alam laut di negara ini maka dapat membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju, berkualitas, cerdas, dan mampu bersaing dalam percaturan Internasional.
H.    Saran atau Rekomendasi
Melihat beberapa hambatan yang ada pada permasalahan dan potensi kelautan diatas maka adapun saran yang dapat kami sampaikan, yaitu :
1). Pengembangan program dan kegiatan yang mengarah kepada peningkatan dan pemanfaatan secara optimal dan lestari sumber daya di wilayah laut untuk menciptakan sumber pendapatan masyarakat. 2). Peningkatan kemampuan peran serta masyarakat pesisir dan pemerintah dalam melestarikan lingkungan kelautan, sehingga tercipta kesinergisan dalam membangun peradaban bahari. 3). Meningkatkan pendidikan, latihan, riset dan pengembangan wilayah laut, sehingga masyarakat merasa perlu untuk menjaga dan dapat memanfaatkan potensi laut secara optimal. Demikianlah saran-saran yang dapat kami ajukan, semoga dapat bermanfaat dalam penambahan khazanah keilmuan bagi semuanya.


Rabu, 06 Juni 2012

PENYEBAB HILANGNYA KONSENTRASI

Penyebab hilangnya konsentrasi - Berikut ini beberapa penyebab hilangnya konsentrasi sebagaimana artikel yang saya kutip dari detikhealth berikut. Ketika Anda dihadapkan pada tugas sekolah atau suatu pekerjaan yang memeras otak, terkadang Anda kesulitan untuk berkonsentrasi dan membuat pekerjaan Anda tidak optimal. Otak Anda akan mengalami kurangnya konsentrasi ketika Anda dihadapkan pada kondisi tubuh tertentu. Berikut 9 alasan mengapa Anda sulit berkonsentrasi seperti dilansir dari prevention, Selasa (15/5/2012) antara lain: Kadar hormon dan vitamin yang rendah Pikiran yang kadang linglung dapat menandakan defisiensi vitamin atau hormon, terutama jika Anda sedang merasa kelelahan. Sebagai contoh, jika Anda kekurangan hormon tiroid, metabolisme tubuh akan melambat, aliran darah berkurang dan fungsi sel otak tidak dapat bekerja optimal. Kurangnya vitamin B-12 dalam tubuh juga memiliki gejala yang sama. Anda dapat memeriksakan perihal defisiensi hormon dan vitamin ke dokter yang ditandai masalah kardiovaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, sindrom metabolik atau pradiabetes. Jika masalah ini tidak ditangani, dapat menyebabkan penurunan kognitif. Hormon Anda telah rusak Wanita yang menjelang masa menopause (perimenopause) akan memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Kurangnya konsentrasi adalah keluhan umum dari wanita pada masa ini. Kebanyakan wanita menggambarkannya sebagai perasaan kabur, kosa kata berkurang, dan tidak dapat berpikir jernih. Tanda-tanda lain yang menunjuk ke perimenopause adalah berkeringat di malam hari dan kekeringan vagina. Anda menggunakan obat-obatan tertentu Penggunaan obat anti depresan dapat mempengaruhi mood dan konsentrasi Anda. Antihistamin dan obat penenang dapat menyebabkan kantuk, sedangkan antidepresan dan obat-obatan lain yang sejenis dapat menggangu kerja otak. Orang yang menggunakan obat statin kadang-kadang akan kehilangan kejernihan mental. Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat-obatan, lebih baik konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Tanyakan apakah ada obat yang diketahui menyebabkan gangguan konsentrasi ketika dikonsumsi atau saat Anda berhenti mengonsumsinya. Anda berhenti merokok Anda akan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat Anda berhenti merokok karena pengaruh nikotin yang telah membuat Anda kecanduan. Tapi hal ini akan berlalu dan kesehatan mental Anda akan segera membaik seiring berkurangnya pengaruh buruk nikotin pada tubuh. Pola makan yang buruk Kebiasaan makan yang buruk meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi dan penyakit terkait yang dapat merusak fungsi kognitif. Kelebihan berat badan atau obesitas membuat Anda lebih sulit untuk tetap aktif, padahal tubuh yang aktif penting untuk kesehatan otak. Makan ikan dan sayuran serta mengurangi makan daging dan makanan berlemak jenuh akan membuat otak Anda tajam kembali. Anda terlalu sibuk Anda mungkin sangat sibuk, sehingga aktivitas otak terlalu divorsir tanpa disertai aktivitas fisik yang dibutuhkan otak. Olahraga meningkatkan produksi zat yang dapat merangsang kerja otak dan memperlambat pembentukan plak yang menyebabkan penyakit Alzheimer. Mulailah berolahraga dan Anda akan merasakan otak lebih tajam dan lebih bisa fokus. Anda memiliki kecemasan yang berlebihan Ketika Anda terlalu mencemaskan sesuatu, Anda akan kesulitan berkonsentrasi melakukan pekerjaan Anda. Begitulah cara otak merespon ancaman nyata atau bayangan. Anda menjadi terlalu waspada terhadap lingkungan. Lakukanlah sesuatu yang menyenangkan untuk membersihkan kepala Anda dari hal-hal yang membuat cemas. Berbagi cerita dengan teman dekat juga dapat mengurangi kekhawatiran yang berlebihan. Ada banyak hal yang perlu Anda lakukan setiap hari Jika Anda memiliki daftar pekerjaan harian yang terlalu banyak dan membutuhkan daya ingat, bisa berarti Anda akan mengalami kelupaan dan gangguan kerja otak. Orang kadang tidak dapat mengikuti pikirannya karena terlalu banyak beban yang harus diingat di otaknya. Menderita ADHD Seseorang dapat menderita Attention Deficit terdiagnosis Hyperactivity Disorder (ADHD) ketika dewasa yang ditandai dengan gejala ketidaksabaran, pelupa dan mengalami kesulitan menyelesaikan tugas kantor. Ketika Anda memiliki masalah dengan konsentrasi, periksakan segera ke dokter untuk mengetahui kemungkinan Anda menderita ADHD (ir/ir) / source : detikhealth.com Nah, itulah beberapa penyebab atau alasan anda susah melakukan konsentrasi mudah-mudahan bermanfaat, karena konsentrasi sangat penting sekali terhadap hasil kerja kita dalam menyelesaikan tugas sehari-hari.

Jumat, 11 Mei 2012

NASEHAT BIJAK DARI EINSTAIN


Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein. Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius. Hanya small things tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita.

Apa saja nasehat bijak Einstein? yuk kita lihat.

1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda
“Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.”

Membaca kutipan Einstein di atas membuat saya bertanya-tanya Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal; karena itu saya menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata ‘sukses’.

Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan.

2. Tekun itu Tak Ternilai.

“Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah.”

Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus popular di kalangan pegawai pos, ‘selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan’.

Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.

3. Fokus pada saat ini.

“Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu.”

Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika saya menjaga kebun duren di kebun. Begitu banyak kera seperti menunggu saya lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Ayah saya bilang, saya tak akan bisa menembak dua kera sekaligus. Pengertian saya atas kata-kata beliau adalah, ‘saya bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus’. Belajar untuk ‘berada di sini, saat ini’; berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan.

Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.

4. Imaginasi adalah kekuatan.

“Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan”

Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan! Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, “Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi.”

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan. Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan pun keinginan. Menyedihkan.

5. Buat Kesalahan.

“Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru.”

Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas–jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru–something new–dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda.

6. Hidup pada saat ini.

“Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi.”

Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Anda bisa lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda SAAT INI tentang kemarin agar menjadi lebih baik. Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini.

Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok :)

7. Hargai diri Anda.

“Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga.”

Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda. Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Saya pikir dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya.

8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda.

“Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengaharapkan hasil berbeda.”

Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang. Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih ‘seksi’ jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu. Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah Sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Guys, bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi di gadis?

9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman

“Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman.”

Setuju pak Einstein, saya tak berani membantah nasehat bapak di atas. Anda lebih berpengalaman daripada saya
Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek; tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi. Anda harus melakukan proyek tersebut untuk ‘tahu’ apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak. Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana.

10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik.

“Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain.”

Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus anda lakukan adalah memahami ‘peraturan’ bagaimana cara Anda melakukannya. Kedua, Lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda

Well, itu tadi 10 kutipan nasehat bijak Albert Einstein dan terjemahan bebas oleh saya Semoga bisa bermanfaat untuk menjadi inspirasi dan membuat hidup lebih bijak.
Dikutip: http://www.inforedia.com/2011/10/nasehat-bijak-dari-einstein.html